Mutiara Ramadan
Ramadan Bulan Training Istiqomah
PADA suatu kali Rarasulullah SAW sedang berada dalam masjid. Tiba-tiba datang Syufyan, seorang Arab Badui yang baru masuk Islam, ingin bertemu dengan
SRIPOKU.COM - Oleh : Nofrizal Nawawi Lc .M.Pd.I
PADA suatu kali Rarasulullah SAW sedang berada dalam masjid. Tiba-tiba datang Syufyan, seorang Arab Badui yang baru masuk Islam, ingin bertemu dengan nabi dan bertanya tentang Islam, setelah ketemu Rasulullah dia bertanya: "Ya rasulullah ! Ajarkan kepadaku tentang Islam dengan satu uangkapan, kalau aku sudah dapat darimu aku tidak perlu bertanya lagi kepada yang lain." Lantas Rasulullah yang begitu arif kondisi penanya maka dia bersabda : "Katakanlah aku beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah,"(HR Bukhari Muslim).
Berita Lainnya: Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Ada dua hal yang sangat penting dalam kehidupan muslim:
Pertama: Iman; Iman yang kokoh modal dasar untuk menuju keberuntungan iman dalam arti keyakinan yang mantap di hati tentang rukun Iman dan Islam, dijelaskan dengan ucapan lidah dan direalisasikan dengan perbuatan berupa amal shaleh.
Kedua: Istiqamah, istiqamah artinya tegak lurus secara bahasa, maksudnya teguh pendirian dalam keimanan tidak goyah dan tidak mudah terpengaruh dengan hal yang akan merusak keislaman dan keimananya.
Momentum Ramadan yang penuh dengan berbagai amalan dari pagi hingga malam hari mau tidak mau, suka tidak suka, akan membuat seorang berlatih untuk istiqomah dalam hari-hari selanjutnya. Kita semua benar-benar menjadi orang yang sibuk dalam bulan Ramadan. Bangun di awal hari untuk sholat malam dan sahur, kemudian siang hari yang dihiasi tilawah dan dakwah, belum lagi malam hari yang bercahayakan Tarawih dan Tadarus. Semua kita lakukan dalam tempo sebulan penuh terus menerus.
Sebuah kebiasaan tahunan yang nyaris tidak kita percaya bahwa kita bisa menjalaninya. Semangat beribadah kita benar-benar dipacu saat memulai Ramadan. Bahkan Rasulullah SAW memberikan panduan agar melipatgandakan semangat saat akan melepas bulan mulia tersebut. Dari Aisyah ra, ia berkata :"Adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Ramadhon), menghidupkan malam, mem bangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya,"HR Bukhori dan Muslim).
Bila training keistiqomahan ini kita resapi dengan baik, maka kita akan terbiasa beramal secara terus menerus dan berkelanjutan dalam bulan yang lain. Segala halangan dan rintangan akan teratasi dengan sempurna karena semangat istiqomah yang telah tertempa dalam dada kita. Pada bulan berikutnya, saat lelah melanda, ada baiknya kita mengingat kembali semangat kita yang menyala-nyala dalam bulan Ramadan. Untuk kemudian bangkit dan melanjutkan amal dengan penuh semangat (NN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/berdoa_20160608_143309.jpg)