Mutiara Ramadan
Ujian kualitas iman dan Training Keikhlasan
Ikhlas menurut terminology bahasa artinya tulus, murni, menurut syara' ikhlas adalah melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, niat murni karena Allah un
Oleh : Nofrizal Nawawi Lc .M.Pd.I
SRIPOKU.COM - Ikhlas menurut terminology bahasa artinya tulus, murni, menurut syara' ikhlas adalah melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, niat murni karena Allah untuk mencari ridhoNya. Ikhlas menjadi tuntutan utama bagi orang beriman dalam beribadah dan menjadi syarat utama diterimanya ibadah seseorang "Dan kamu tidak diperintahkan kecuali beribadah kepada Allah Ikhlas dalam melaksanakan agama" (Qs Bayyinah 5).
Berita Lainnya: Dua Kebahagiaan Orang yang Puasa
Ikhlas akan memotivasi seseorang bekerja dengan baik dan melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati, tidak akan terpengaruh apapun penilaian orang, dia tidak tersanjung karena pujian dan tidak sombong karena keberhasilan serta tidak kecewa kalau belum mendapat hasil yang diinginkan. Sebab, orang yang ikhlas sama saja baginya dipuji atau dicaci dalam menjalankan tugas apalagi tugas utama dalam beribadah kepada Allah.
Puasa adalah ibadah yang melatih keikhlasan, maka puasa Ramadan selama sebulan adalah training keikhlasan yang sangat efektif. Sejak awal Rasulullah SAW menjelaskan betapa ibadah puasa benar-benar jalur langsung antara seorang dengan Allah SWT. Puasa menjadi ibadah yang begitu mulia karena langsung dinilai oleh Allah yang Maha Mulia. Dalam sebuah hadits Qudsi Allah berfirman: "Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali Puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya" (HR Ahmad dan Muslim).
Ibadah Puasa melatih kita untuk ikhlas dalam arti yang paling sederhana, yaitu : beramal hanya karena Allah SWT, mengharap pahala dan keridhoan-Nya. Betapa tidak? Hampir semua ibadah bisa dideteksi dengan mudah oleh semua manusia, kecuali puasa. Orang menjalankan shalat dan zakat bisa dengan mudah terlihat dengan mata telanjang. Apalagi ibadah haji, rasa-rasanya satu kampung pun bisa mengetahui kalau salah satu kita menunaikan ibadah haji.
Berbeda dengan puasa, yang hampir-hampir tidak bisa diketahui oleh orang lain karena puasa adalah ibadah sirriah tersembunyi, tidak nampak zhahir per buatannya, puasa artinya menahan, menahan haus dan lapar, tidak makan, tidak minum dan menahan gejolak hawa nafsu, melaksanakan puasa dituntut untuk "ikhlas" menjalani itu semua hanya karena Allah SWT.
Sekiranya bukan karena ikhlas, akan sangat mudah bagi seseorang untuk mengelabui keluarga atau teman-temannya. Ia bisa ikut sahur dan juga berbuka bersama keluarga, tapi di siang hari mungkin saja menyantap lahan makanan di warung langganannya. Kita semua juga bisa berakting puasa dengan mudah, tapi lihatlah : tidak pernah terbersit dalam hati kita untuk menjalani puasa dengan modus semacam itu. Subhanallah, inilah latihan keikhlasan terbaik yang pernah kita dapati.
Sebulan penuh merasa diawasi dan beramal hanya karena Allah SWT seandainya kaum muslimin di Indonesia bisa mengambil oleh-oleh keikhlasan samacam ini untuk bulan-bulan selanjutnya, bisa kita bayangkan angka kejahatan, korupsi dan sebagainya insya Allah akan menurun drastis. Karena mereka semua merasa diawasi oleh Allah SWT, lalu menjalankan ketaatan dengan ikhlas sebagaimana meninggalkan kemaksiatan juga dengan ikhlas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nofrizal-nawawi-lc-mpdi00_20150618_114403.jpg)