Aming: Aku Lelaki Tulen Lho

Kisah Aming yang menikahi Evevelyn membuat heboh publik.

Aming: Aku Lelaki Tulen Lho
INSTAGRAM
Aming dan Evelyn 

Aku memahami kesulitan Emak. Apa yang bisa kulakukan? Aku pernah melihat anak-anak sebayaku
jadi pengojek payung saat hari hujan. Meski tubuh bayah kuyup, mereka dapat imbalan uang.

Nah, kusampaikan niat jadi pengojek payung kepada Emak dan saudaraku. Namun, aku malah dimarahi. Bukannya apa-apa, mereka khawatir aku yang sudah sangat kurus sejak kecil, akhirnya jadi sakit. Padahal tak ada uang untuk biaya berobat.

Kondisi ekonomi keluargaku memang benar-benar seret. Soal pendidikan dan kesehatan aku dan saudaraku, tentu saja jadi tak terjamin. Aku juga sering sakit karena sanitasi di lingkungan rumah tak terlalu bagus. Aku pernah sakit asma dan paru-paru sehingga terpaksa dirawat di rumah sakit.

Maklum, rumah kami yang terletak di gang kecil di Bandung termasuk sempit dan lembap. Sudah begitu, mesti ditempati keluarga besar. Sirkulasi udara jadi tidak lancar. Lalu untuk urusan sekolah, ada kakakku yang sekolahnya terpaksa putus di tengah jalan.

Lantas bagaimana pendidikanku? Untunglah, aku dikaruniai kecerdasan. Waktu SD, aku selalu ranking satu. Bahkan, hingga SMA aku termasuk pelajar berprestasi. Aku bahagia bisa meringankan beban Emak karena sejak SD hingga SMA, aku selalu mendapat beasiswa. Padahal, aku lebih sering belajar sendiri, lho.

Emak sendiri memang kerepotan mengurus anak-anaknya. Yang diperhatikan, kan, bukan cuma aku. Itu sebabnya, hari pertama aku sekolah, tak ada yang mengantarku. Selain itu, sejak SD sampai SMA, aku ambil rapor sendiri. Padahal, teman-teman lain, rapornya diambil orang tua, atau setidaknya keluarganya. Tak ada pilihan lain, kalau kebetulan menemui kesulitan mengambil rapor, aku minta orang lain untuk jadi orangtua gadungan. Hahaha.. (Tabloidnova.com)

Editor: Sudarwan
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved