Mutiara Ramadan
Sahur Itu Berkah
DALAM bahasa Arab, as-sahur dengan mem-fathah huruf sin adalah benda makanan dan minuman untuk sahur. Adapun as-suhur dengan men-dhommah huruf sin ada
SRIPOKU.COM - DALAM bahasa Arab, as-sahur dengan mem-fathah huruf sin adalah benda makanan dan minuman untuk sahur. Adapun as-suhur dengan men-dhommah huruf sin adalah mashdar yakni perbuatan makan sahur itu sendiri. (An-Nihayah, 2/347) Hukum makan sahur adalah sunnah, berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah." (Bukharim Muslim)
Berita Lainnya: Santap Makanan Ini Jika Telat Bangun Sahur
Dalam riwayat lain, Nabi SAW mendorong kita untuk tidak meninggalkan makan sahur meskipun hanya dengan seteguk air. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Sa'id Al-Khudri ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Makan sahur adalah barakah maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air." (HR Ahmad, hadits hasan, lihat Shahihul Jami'ish Shaghir, 1/686 no. 3683)
Rasulullah SAW telah menjelaskannya dalam beberapa hadits di bawah ini: Dalam sahur terdapat barakah. Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda: "Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah." (Bukhari Muslim).
Sesungguhnya barakah dalam sahur dapat diperoleh dari beberapa segi, yaitu:
a. Mengikuti Sunnah Nabi.
b. Menyelisihi ahli kitab.
c. Menambah kemampuan untuk beribadah.
d. Menambah semangat.
e. Mencegah akhlak buruk yang timbul karena pengaruh lapar.
f. Mendorong bersedekah terhadap orang yang meminta pada waktu sahur atau berkumpul bersamanya untuk makan sahur.
g.Merupakan sebab untuk berdzikir dan berdoa pada waktu mustajab.
h. Menjumpai niat puasa bagi orang yang lupa niat puasa sebelum tidur.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri beliau berkata, Rasulullah bersabda: "Makan sahur adalah barakah. Maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah satu di antara kalian hanya minum seteguk air, sesungguhnya Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang sahur." (HR. Ahmad)
Sahur adalah di antara pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab, Dari 'Amr bin Al-'Ash, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Yang membedakan antara puasa kami (orang-orang muslim) dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim).
Barakah maknanya ialah kebaikan yang tetap dan banyak. Barakah dalam hadits ini, mencakup baik makanan sahur (as sahuur), maupun perbuatan sahur itu sendiri (suhuur). Akan tetapi riwayat hadits yang lebih banyak digunakan ialah as sahuur, makanan sahur.
Barakah dalam makanan sahur, mencakup kebaikan dalam perkara ukhrawiyah, berupa menegakkan sunnah Nabi yang dapat mendatangkan pahala bagi pelakunya, maupun kebaikan duniawi seperti kuatnya badan orang yang makan sahur dan berpuasa, dibandingkan dengan yang tidak makan sahur. Waktu sahur dapat digunakan untuk berniat puasa, terutama bagi mereka yang sering lalai dan tidak berniat sebelum tidurnya.
Menurut Imam Nawawi, "Adapun barakah makanan sahur secara dhahir (nampak), yaitu dengan kuatnya badan ketika berpuasa, menjadikannya rajin beribadah, menjadikannya termotivasi ingin menambah lagi amalan puasanya, karena nampak ringan puasa baginya setelah makan sahur, dan inilah makna yang benar dari makan sahur. Kemudian juga dengan bangun sahur dapat menjadikannya berdoa dan berdzikir di waktu yang mulia, yaitu waktu ketika turun Ar Rahmah, dan diterimanya doa dan diampuninya dosa. Kemudian mengisi waktunya dengan doa, dzikir, dan membaca Alquran, dan menyibukkan diri dengan ibadah lainnya hingga terbit fajar."
Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur. Dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi SAW "Makanan sahur adalah makanan yang barakah maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun seorang dari kalian hanya sahur dengan meneguk air, karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur". (HR Imam Ahmad dalam Musnadnya 3/44).
Sebagian orang justru begadang dari awal hingga tengah malam, lalu meninggalkan makan sahur. Perbuatan ini jelas-jelas tidak sesuai sunnah, karena makan sahur sangat ditekankan dan dianjurkan, walau dengan makanan atau minuman yang sedikit.
Di antara makanan yang baik untuk sahur ialah kurma, berdasarkan sabda Nabi SAW "Makanan sahur yang paling nikmat bagi seorang mukmin, adalah kurma" (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban). Tamr (Kurma) Sebaik-baik makanan untuk Sahur terkadang di antara hidangan makan sahur kita terdapat beberapa jenis makanan dengan beragam rasanya, sehingga kita dapat memilih makanan yang baik dan disukai. Akan tetapi tahukah Anda jenis makanan apa yang paling baik untuk sahur? Ketahuilah! Sebaik-baik makanan untuk sahur adalah tamr (kurma), dan sahur dengan tamr merupakan Sunnah Nabi SAW berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah tamr (kurma)." (HR. Abu Dawud).
Waktu yang utama untuk makan sahur adalah dengan mengakhirkan waktunya hingga mendekati terbit fajar. "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" [QS. Al-Baqarah : 187] maksudnya adalah terbit fajar. Dan mengakhirkan waktu sahur ini merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit, beliau berkata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan salat. Aku (Anas bin Malik) berkata: Berapa perkiraan waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan salat fajar) Zaid bin Tsabit berkata: 50 ayat"." (Muttafaqun 'alaih). Bila kita sebutkan dengan catatan waktu maka kira-kira jarak antara keduanya 10-15 menit. Wallahu a'lam. (*) (Oleh: Nofrizal Nawawi Lc MPdI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sahur-bersama_20160609_105911.jpg)