Spirit Oezil Sambut Piala Eropa dan Bulan Ramadan

Allah tidak akan membuat aturan itu jika hambanya tidak mampu, karena itu ujian dan justru kekuatan bagi kami," ujarnya.

Spirit Oezil Sambut Piala Eropa dan Bulan Ramadan
twitter
Gaya rambut baru Mesut Ozil jadi olokan

SRIPOKU.COM-Tidak ada Grup Nereka, tidak ada tim paling superior di perhelatan Piala Eropa 2016 Prancis yang dihelat 11-23 Juni 2016 nanti. Namun, duel panas akan terjadi di babak knock out, atau setelah fase Grup.

Demikian diungkap Gelandang serang andalan timnas Jerman, Mesut Oezil Kamis (19/5). Ia tak gentar akan kekuatan Prancis meski Les Blues bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, Piala Eropa terasa berat bagi pemain muslim mengingat laga ini digelar bertepatan dengan Puasa, hebatnya lagi dihelat hampir satu bulan.

Memang perhelatan Liga antar klub di Eropa berakhir, Oezil sukses membawa Arsenal finis sebagai runner up di Liga Inggris. Makanya, fokus di Piala Eropa. Pemain yang dijuluki El Buho (Si Burung Hantu) oleh rekan-rekannya di Madrid karena ketajamannya dengan akurasi umpannya ini, mengaku bersemangat dan tetap menjalani puasa, karena memberi motivasi dan kekuatan.

Ia pun optimis Jerman tetap difavoritkan sebagai juara, dan tidak takut kepada tim manapun termasuk tuan rumah Prancis. Pemain yang juga berjuluk Si Raja Assist ini menilai, Prancis memang kembali bangkit bersama generasi hebat seperti Paul Pogba, Raphael Varane, Kingsley Coman, dan Antoine Griezmann. Dengan status sebagai tuan rumah kiprah Prancis menjadi ancaman tim unggulan termasuk sang juara Piala Dunia 2014 Jerman.

"Saya pikir kami favorit, setidaknya salah satu. Makanya, kami pergi ke sana (Prancis) untuk memenangkan piala," ujar Oezil seperti dikutip dari Fifa.

Namun ia tak mau sesumbar, karena banyak tim-tim kuat."Kami sadar tidak akan mudah untuk bermain melawan mereka atau pun tim lainnya," ujar Oezil.

Tetap Puasa
OEZIL, gelandang timnas Jerman ini sejatinya pemain keturunan Turki. Dia dilahirkan di keluarga Muslim taat. Hal itu membuatnya tumbuh menjadi pemuda yang memegang teguh keyakinannya.

Tak heran jika pria pemain berumur 27 tahun itu terlihat selalu memanjatkan doa saat bertanding membela klubnya saat ini (Arsenal Inggris) atau timnas Jerman. Selain itu, saat sebelum bertanding, Ozil juga sering melantunkan ayat Al Qur'an dan shalat.

Saat bulan Ramadhan mantan pemain Real Madrid itu tak mau ketinggalan berpuasa, meski jadwal pertandingan serta latihan begitu padat. Hal itu dilakukannya pada pagelaran Euro 2016.

Sebab, pagelaran Euro yang diselenggarakan di Prancis ini bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 Hijriah. Di sisi lain,
gelandang serang Arsenal itu sudah pasti menjadi bagian skuat timnas Jerman di Euro 2016."Itu menjadi motivasi bagi kami, tidak akan mempengaruhi penampilan, karena semua sudah diatur, Allah tidak akan membuat aturan itu jika hambanya tidak mampu, karena itu ujian dan justru kekuatan bagi kami," ujarnya.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved