Masyarakat Pilih Kurangi Belanjaan

Untuk mengatasi tingginya harga-harga kebutuhan pokok, masyarakat memilih mengurangi belanjaan.

Masyarakat Pilih Kurangi Belanjaan
ILUSTRASI

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Hari pertama puasa ramadhan, harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional tetap tinggi. Untuk mengatasi tingginya harga-harga kebutuhan pokok, masyarakat memilih mengurangi belanjaan atau mengganti kebutuhan yang harga mengalami kenaikkam dengan yang lain.

Seperti halnya yang dilakukan Okta, kebutuhan pokok seperti ayam dan daging diganti dengan ikan.

"Sekarang harga kebutuhan pokok sangat tinggi dibandingkan biasanya. Karena kebutuhan pokok, saya tetap beli namun jumlahnya dikurangi dari biasanya.Seperti daging ayam biasanya beli sekilo, tapi karena harganya naik jadincuma beli setengah. Untuk menginbanginya saya membeli ikan karena harganya lebih stabil," ujarnya saat di temui di Pasar Palimo, Senin (6/6).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Lisa, dengan nilai uang belanja yang sama, tidak bisa mencukupi kebutuhan seperti biasanya.

"Biadanya uang belanja Rp 200 ribu sudah bisa membeli ayam, daging satu kilo beserta sayuran dan bumbu lainnya. Sejak kenaikkan harga beberapa waktu lalu saya hanya bisa membeli kebuuhan yang biasa dibeli setengahnya saja" ujarnya.

Sementara itu, menjelang bulan suci Ramadhan hingga memasuki bulan puasa beberapa harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, terutama sembako dan bumbu dapur. Sejumlah pedagang di Pasar Palimo mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak dua pekan terakhir.

Pedagang sembako Pasar Palino, Sumiati mengatakan, harga bahan pokok yang naik secara perlahan yakni telur. Pasalnya saat ini harga telur mencapai Rp 19 ribu sampai Rp 19.500 per Kg, padahal sebelum naik masih Rp 18 ribu per Kg. Bawang merah juga naik jadi Rp 42ribu, sebelumnya hanya Rp 38 ribu per kg.

Begitupun dengan harga minyak yang ikut naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500. Sementara harga beras masih stabil antara Rp 8.500 sampai Rp 10 ribu, sesuai kualitasnya. Sumiati mengakui, sejumlah pembeli mengeluh dengan kenaikan harga.

Namun kondisi ini tidak membuat mereka membatalkan niat untuk berbelanja. Hingga saat ini jumlah pembeli masih banyak seperti biasa.

Pedagang daging ayam negeri, Ahmad juga mengatakan, harga barang dagangannya ikut naik. Kondisi tersebut terjadi karena harga dari pemasok sudah naik terlebih dulu. Sekarang harga daging ayam antara Rp 32 sampai Rp 34 ribu, sebelumnya Rp 30 ribu.

"Naiknya sejak pekan kemarin, meskipun demikian perempuan pasokan daging masih aman. Saya sendiri tidak sulit untuk memperoleh persediaan daging ayam dan dalam sehari saya mampu menjual 30 Kg daging ayam per hari," ujarnya.

Sementara itu, di pasar modern, harga kebutuhan bahan pokok berdasarkan pantauan Sripo di Carrefour Palembang Square (ps) Mal, harga Ayam bagian dada Rp5.450 per 100 gr, ayam paha bawah Rp4.250 per 100 gr,Daging rendang Rp14.157 per 100 gr, daging rendang spesial Rp15.290 per 100 gr dan daging giling Rp14.150 per 100 gr.

Sedangkan untuk Cabai merah keriting Rp2.561, cabai hijau keriting Rp 5.725, cabe hijau tw Rp7.060 dan cabai merah tw Rp 7.150, sementara beras selancar Rp116.820 per 10 kg, selancar per 20 kg Rp 232, 650, topi koki pandan wangi 5 kg Rp 118,620, untuk minyak sayur Rose brand pouch 2 L Rp 24.650, bimoli Rp 25.200, sania Rp 21.800.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved