Tanya Jawab Puasa

Lupa Niat Berpuasa

Bagaimanakah kalau kita lupa membaca niat untuk puasa Ramadan pada malam hari atau sesaat sebelum Imsak padahal kita sudah makan sahur. Apakah secara

Tayang:
Editor: Bedjo
www.hariandepok.com
Bacaan Niat Berpuasa Ramadhan. 

SRIPOKU.COM - TANYA

Assalamu'alaikum warahmatullah wa barakatuh. Pada kesempatan ini saya mau menanyakan, bagaimanakah kalau kita lupa membaca niat untuk puasa Ramadhan pada malam hari atau sesaat sebelum Imsak padahal kita sudah makan sahur. Apakah secara otomatis sahur dapat dianggap sebagai niat, mengingat sahur sendiri dilakukan karena ingin berpuasa esok hari?

Ramadon di Prabumulih

Berita Lainnya:  Memulai Puasa Ramadan

JAWAB
Wa'alaikum salam warahmatullah wa barakatuh. Saudara Ramadon yang dirahmati Allah SWT. Kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya. Seperti diketahui bahwa niat adalah i'tikad tanpa ragu untuk melaksanakan amal perbuatan. Dalam hal puasa Ramadan, kapan saja terbersit dalam hati di waktu malam bahwa besok adalah Ramadan dan akan berpuasa, maka itulah niat.

Hal demikian ini sering terjadi. Tak jarang menimbulkan keraguan. Imam Syafi'i berpendapat bahwa makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khatara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa. (lihat dalam al-Fiqh al-Islami, jilid III, h.1678).

Sedangkan menurut mazdhab lain, terdapat keterangan tambahan. Jika sahur dilakukan pada waktunya (lewat tengah malam), makatanpa niatpun dinilai sudah cukup. Akan tetapi, jika makan dan minum di luar waktu sahur (sebelum tengah malam), maka diperlukan niat berpuasa untuk besok hari.

Masalahnya sekarang, seringkali seseorang makan sahur dalam keadaan belum sadar betul, disebabkan mungkin karena sangat mengantuk. Karena dikhawatirkan sama sekali tidak terbersit di hatinya keinginan untuk berpuasa. Maka, dalam kondisi seperti ini, niat berpuasa menjadi sesuatu yang diwajibkan.

Niat adalah ruh dan inti dalam suatu amal perbuatan. Suatu pekerjaan akan dicatat sebagai amal saleh, buruk atau sia-sia tergantung pada niatnya. Sebagaimana dimaksudkan dalam Hadis riwayat Imam Bukhari bahwa "Innama al-a'malu bi an-niat, wa innama likulla imriin ma nawa (Sahnya suatu amal sangat bergantung pada niat. Setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang dia niatkan)".

Mengingat begitu pentingnya kedudukan niat, sudah semestinya kita berhati-hati dan memperhatikan bagaimana agar niat kita sah. Untuk keabsahan niat menurut jumhur ulama ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu antara lain, pertama, niat dilakukan pada waktunya, yaitu antara Maghrib sampai menjelang Shubuh untuk puasa yang akan dilakukan besok. Dalam kitab-kitab fiqih, hal ini lazim disebut dengan istilah tabyitun niyyah (menginapkan niat).

Kedua, menentukan niat tersebut untuk puasa wajib, bukan sunnah, atau puasa dengan maksud-maksud lain. Dalam konteks Ramadan, dengan sendirinya puasanya adalah puasa wajib.

Ketiga, memastikan niat (al-jazmu bin niyyah) untuk satu jenispuasa saja. Sebagai contoh, jika pada tanggal 29 Sya'ban seorang berniat untuk berpuasa besok, dengan catatan jika besok sudah masuk bulan Ramadan maka puasanya karena Ramadan. Dan jika belum, maka puasanya dimaksudkan sebagai puasa sunnah. Maka niat semacam ini tidak mencukupi syarat puasa yang manapun. Artinya, niat semacam itu tidak sah, baik bagi puasa Ramadhan maupun Sunnah.

Keempat, niat dilakukan setiap hari sesuai dengan bilangan hari Ramadan (ta'addudun niyah bi ta'addudil ayyam). Satu kali niat hanya berlaku untuk satu hari puasa, karena setiap hari puasa adalah ibadah tersendiri yang tidak berhubungan atau terkait dengan hari puasa yang lain, seperti hanya satu salat (shubuh, misalnya) adalah ibadah tersendiri yang tidak berhubungan dengan salat lain (Dzuhur, misalnya). Bukti, sah tidaknya suatu hari puasa tidak mempengaruhi sah atau tidaknya puasa di hari lain.

Ringkasnya, cukup sebagai niat jika setiap hari antara Maghrib sampai menjelang Shubuh terdapat kesadaran dan maksud untuk melakukan puasa Ramadhan besok. Demikian, semoga berkenan. Wallahu a'lam bishawab.

Keterangan:
Tanyan Jawab ini diasuh oleh Ust. M Adil.

Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook:sripoku 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved