Euro 2016

Oezil: Tak Mungkin Saya Puasa

Oezil juga memilih untuk tidak menjalankan puasa pada Ramadan 2014 lalu.

Penulis: Eko Adiasaputro | Editor: Eko Adiasaputro

SRIPOKU.COM-- Piala Eropa 2016 akan berlangsung 10 Juni- 10 Juli mendatang. Itu artinya, event tersebut dilaksanakan selama bulan puasa (Ramadan) yang dimulai 6 Juni hingga sekitar 5 Juli.

Ada beberapa pemain muslim yang terpilih berlaga di Euro 2016, berjuang untuk negaranya selama kurun waktu tersebut. Bagaimana dengan puasa mereka?

Mesut Oezil, salah seorang pemain muslim yang membela Jerman memilih tidak akan menjalankan ibadah puasa dengan alasan cuaca.

"Cuacanya terlalu hangat di musim panas dan kami akan menjalani sesi latihan yang intens, selain menjalani pertandingan-pertandingan. Karena itulah, tak mungkin saya menjalankan puasa," ucap Oezil dalam wawancaranya dengan Express belum lama ini.

Oezil juga memilih untuk tidak menjalankan puasa pada Ramadan 2014 lalu. Ketika itu dia mengantar Jerman menjuarai Piala Dunia yang digelar di Brasil.

Dewan Muslim Jerman (Central Council of Muslims) pada tahun 2010 lalu mengeluarkan semacam fatwa yang membolehkan atlet profesional Jerman melewatkan puasa Ramadan dan menggantinya di hari lain.

"Pesepakbola profesional, sebagaimana atlet profesional lain, bisa membayar puasanya di luar Ramadan. Pernyataan ini mendapat dukungan dari Al-Azhar sebagai salah satu organisasi Islam terbesar. Dalam pendapat kami, para pesepakbola profesional tengah menjalankan tugas yang menuntut penggunaan fisik yang besar. Pesepakbola profesional bisa membayar puasanya di lair hari," demikian pernyataan Central Council of Muslims.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved