Belasan Kades di Musirawas Kabur Saat akan Tes Urine Dadakan

Dari 72 kades yang ada di Musirawas, diketahui 13 orang memilih kabur.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Upaya pemberantasan dan pengurangan penggunaan narkoba, sepertinya tidak didukung oleh belasan kepala desa (kades) di Kabupaten Musirawas. Tercatat ada sekitar 13 kades yang memilih kabur saat petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Musirawas kembali menggelar tes urine dadakan saat acara penyerahan secara simbolis SP2D Dana Desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas, Selasa (31/5/2016).

Dari 72 kades yang ada di Musirawas, diketahui 13 orang memilih kabur, kendati telah menghadiri acara tersebut. Namun, ada juga 8 orang lainnya yang memang tidak mengikuti acara tersebut sejak awal, sehingga turut tidak dilakukan tes urine.

Sekretaris BNN Musirawas, Hendra Amoer menjelaskan, untuk tes lanjutan ini ada 72 kades yang diundang untuk mengikuti tes urine. Ia pun mengaku menyayangkan, sebab total ada 21 kades yang tidak turut serta dalam kegiatan yang digelar pihaknya.

"Delapan orang tidak hadir dari awal, sedangkan untuk 13 lainnya memang memilih melarikan diri saat akan dilakukan tes urine. Namun, kami tidak bisa menyebutkan siapa saja kades-kades itu, tidak etis," ungkapnya.

Dijelaskannya, pihaknya sudah menyampaikan sebelum acara dimulai, agar mereka harus mengikuti tes urine. Namun, beberapa kades sepertinya enggan dan lebih memilih melarikan diri.

"Wakil Bupati sudah sampaikan kepada mereka agar mengikuti tes urine ini, tetapi masih ada saja yang kabur. Itu patut dipertanyakan, ada apa sebenarnya," kata dia.

Ia menjelaskan, tes urine ini bertujuan agar kades di Musirawas, memiliki integritas dan moral yang baik. Sementara, pihaknya mengakui memang belum mengumumkan hasil tes sebelumnya, sebab masih ada beberapa kades yang belum melakukan tes.

"Makanya ada tindaklanjut tes urine susulan berikutnya seperti ini," kata dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Musirawas, Isbandi Arsyad mengatakan, apabila ada kades yang tidak mau mengikuti, pihaknya tetap akan mengupayakan penjadwalan ulang.

"Pelaksanaan tes urine ulang pasti akan kita lakukan, namun tentu menunggu hasil laporan dari BNK Musirawas dulu. Dan tentunya, memerlukan perencanaan yang lebih matang, agar tidak ada yang kabur lagi. Kita juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum," ungkapnya. (mg18/TS)‎

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved