Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Pasar Pendopo PALI Merangkak Naik

Satu pekan menjelang bulan suci Ramadhan, harga bahan pokok di Pasar Pendopo. Talang Ubi PALI, mulai merangkak naik , Minggu(29/5).

Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Pasar Pendopo PALI Merangkak Naik
TRIBUN SUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Pedagang sedang mengupas bawang merah, di Pasar Tradisional Pendopo, Minggu(19/5/2016). 

SRIPOKU.COM, PALI-- Satu pekan menjelang bulan suci Ramadhan, harga bahan pokok di Pasar Pendopo. Talang Ubi PALI, mulai merangkak naik , Minggu(29/5).

Berdasarkan pantauan Tribun, di sejumlah pedagang tradisional Pendopo, PALI, harga bawang merah melonjak naik dari harga sebelumnya Rp 28 ribu, kini menjadi Rp 40 ribu perkilogram (Kg), sedang harga gula pasir, minyak goreng telur dan lainnya naik berkisaran angka Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu perkilogram dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok ( Sembako) sangat di keluhan oleh kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) di wilayah Bumi Serapat Serasan.

Menurut mereka naiknya harga Sembako menjelang bulan puasa sangat memberatkan bagi para IRT.

"Belum bulan puasa harga Sembako sudah naik, harga bawang merah naik Rp 12 ribu Kg, dan gula, minyak goreng dan telur, naik juga," kata Winda, ketika jumpai Tribun, Minggu(29/5/2016) pagi.

Winda sangat mengeluhkan naik harga kebutuhan pokok itu menjelang bulan Ramadhan, menurutnya kenaikan harga sangat membebankan IRT.

Ia berharap agar pemerintah setempat untuk membuat operasi pasar dengan tujuhan harga Sembako kembali stabil dari sebelumnya.

"Jadi kami mengurangi belanja, kalau dulu beli bawang 1/2, sekarang beli 1/4, kami berharap pemerintah ada solusi untuk menurunkan harga Sembako kembali normal, kalau seperti ini sangat memberatkan kami," keluh Winda.

Hal senada dikatakan, Resti, ia mengaku naik harga Sembako, pihaknya, harus lebih pintar lagi untuk mengatur uang dapur dan mengurangi belanja keperluan dapur.

"Harga Sembako naik, jadi kami IRT harus membeli yang bermanfaat dan mengurangi belanja, supaya uang kami cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Resti.

Semantra itu, dari para pedagang Pasar Tradisional Pendopo, kenaikan sejumlah Sembako disebabkan dari agen pemasok.

Ia, menolak kalau naiknya harga kebutuhuhan pokok disebabkan oleh permainan para pedagang sendiri.

"Bukan, kami yang naik barang, tapi dari para agen, jadi kami juga ikut menaikan harga, sesuai kenaikan dari para penyuplai," kat Anto, satu diantara beberapa pedagang di Pasar Pendopo‎. (Ari Wibowo/TS)

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved