Anak-anak di Desa Ini Harus Meniti Tebing Curam untuk ke Sekolah

Sedikit saja kaki terpeleset, maka nyawa akan jadi taruhan.

Anak-anak di Desa Ini Harus Meniti Tebing Curam untuk ke Sekolah - meniti-tebing3_20160528_093416.jpg
BEIJING NEWS/CHEN JIE
Anak-anak Desa Atuler memanjat tebing curam setinggi 800 meter dari rumah menuju sekolah dengan melewati jalan setapak sangat berbahaya.
Anak-anak di Desa Ini Harus Meniti Tebing Curam untuk ke Sekolah - meniti-tebing1_20160528_093207.jpg
BEIJING NEWS/CHENJIE
Anak-anak Desa Atuler memanjat tebing curam setinggi 800 meter dari rumah menuju sekolah dengan melewati jalan setapak sangat berbahaya.
Anak-anak di Desa Ini Harus Meniti Tebing Curam untuk ke Sekolah - meniti-tebing4_20160528_093239.jpg
BEIJING NEWS/CHEN JIE
Anak-anak Desa Atuler memanjat tebing curam setinggi 800 meter dari rumah menuju sekolah dengan melewati jalan setapak sangat berbahaya.
Anak-anak di Desa Ini Harus Meniti Tebing Curam untuk ke Sekolah - meniti-tebing2_20160528_092950.jpg
BEIJING NEWS/CHEN JIE
Anak-anak Desa Atuler memanjat tebing curam setinggi 800 meter dari rumah menuju

SRIPOKU.COM, CHENGDU – Jalan paling mengerikan di dunia. Begitulah sebutan untuk jalan setapak dengan panjang 800 meter yang terpaksa harus dilalui anak-anak China agar bisa bersekolah.

Anak-anak usia sekolah dasar itu harus memanjat dan menuruni tebing batu yang curam. Begitu juga jika warga desa kalau pergi menjual hasil-hasil pertanian mereka.

Tidak hanya itu, anak-anak berusia enam tahun dari Desa Atuler di Provinsi Sichuan, China barat daya, itu harus meniti anak tangga yang reyot pula. Nyawa adalah taruhannya.

Pihak berwenang di Sichuan telah bersumpah untuk membantu desa pegunungan terpencil itu setelah foto-foto muncul dan menjadi viral di media sosial.

Dalam foto yang dirilis media daring di Beijing, lalu menjadi viral di media sosial, tampak anak-anak dengan beban tas sekolah di punggung terpaksa menapakkan kaki di tebing curam.

Ruas jalan yang dilalui hanya setapak. Sedikit saja kaki terpeleset, maka nyawa akan jadi taruhan.

Ada bagian jalan yang ditaruh dengan tangga reyot agar bisa dilalui.

Namun, namun ada juga ruas jalan yang tanpa tangga sehingga kaki harus berpijak langsung pada dinding batu nan curam.

Foto-foto diambil oleh Chen Jie, seorang fotografer Beijing News, peraih penghargaan dari World Press Photo atas karya jurnalistiknya merekam ledakan mematikan di Tianjin tahun lalu.

Chen menggunakan akun WeChat untuk menggambarkan situasi yang mengerikan, saat ia pertama kali menyaksikan 15 murid desa Atuler, berusia antara 6–15 tahun, melewati jalan setapak tersebut.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved