Breaking News:

Pemalak Ini Pakai Modus Jualan Minuman Kopi Bungkus

"modus mereka ini, berjualan kopi kepada para sopir-sopir bus kota yang melintasi disana. Setiap sopir dipaksa untuk membeli kopi itu."

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Candra (30), dan Susilawati (51), diduga pelaku pemalak, ketika diamankan unit Intelkam Polresta Palembang, Karena didapati memalak sopir-sopir bus kota. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Dua pemalak yang sering meresahkan sopir bus kota, yakni Dodi Candra Irawan (30) warga Jalan Kadir TKR Lorong Grista RT 36/03, Kecamatan IB II dan Susilawati (51) warga Jalan KH
Wahid Hasyim Lorong Binjai RT 33/36, Kecamatan Kertapati, Palembang berhasil diringkus oleh Unit Sat Intelkam Polresta Palembang, Jumat (27/5).

Keduanya ditangkap, saat sedang menjalankannya aksinya di kawasan Jalan Jendral Sudirman tepatnya dibawah Jembatan Penyebrangan Pusri. Dari tangan pelaku, polisi menyita uang ribuan sebanyak Rp 25 ribu, uang
recehan, serta kopi yang dipergunakan pelaku melakukan aksinya tersebut.

Kasat Intelkam Polresta Palembang, Kompol Budi Santoso melalui Kanit Intelkam Polresta Palembang, Iptu M Royzulisrin mengatakan penangkapan kedua pelaku, berdasarkan laporan dari masyarakat, khususnya sopir bus
kota, yang mengatakan banyak pemalak di daerah tersebut.

"Selain itu, kedua pelaku diamankan dalam Operasi Bina Musi 2016, targetnya premanisme dan pemalak. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kita langsung mendatangi TKP dan benar, dua pelaku ini
sedang melancarkan aksinya, jadi langsung saja kita ringkus," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, Lanjut Kanit Intelkam, pihaknya menyita uang pecahan ribuan serta recehan hasil keduanya memalak. Selain itu, turut juga diamankan beberapa bungkus kopi yang digunakan sebagai alat meminta uang kepada sopir.

"Jadi modus mereka ini, berjualan kopi kepada para sopir-sopir bus kota yang melintasi disana. Setiap sopir dipaksa untuk membeli kopi itu, kalau mereka tidak membeli, pelaku ini langsung mengusir sopir tersebut, agar tidak mengetem disana,"katanya.

Sementara, pelaku Candra mengaku jika dirinya mulai memalak dari jam 11.00 hingga jam 17.00. Dengan upah, setiap kali mengumpulkan uang Rp 100 ribu, yang mendapatkan bagian Rp 20 ribu. Uang, tersebut dirinya
setorkan kepada seseorang yang berinisial EO.

"Tak tentu pak hasil satu hari berapa, Kadang 40 ribu kadang Rp 20 ribu, uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Saya itu, juga disuruh orang juga pak, dan uangnya saya setorkan lagi kepada orang lain pak," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved