Tak Ingin Dianggap Kompetisi Abal-abal, Panitia Liga Nusantara Palembang 2016 Terus Berbenah
Teranyar panitia Linus menggelar workhsop mengenai peraturan pertandingan yang diikuti pelatih dan manajer sepuluh kontestan di KONI
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tak ingin dianggap kompetisi abal-abal, panitia Liga Nusantara (Linus) Palembang 2016 terus berbenah dari berbagai aspek.
Teranyar panitia Linus menggelar workhsop mengenai peraturan pertandingan yang diikuti pelatih dan manajer sepuluh kontestan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang, Kamis (26/5/2016).
Ketua bidang pertandingan Linus Zulkarnain mengatakan, workshop digelar dengan tujuan memberikan pencerahan kepada pelatih dan manajer mengenai peraturan pertandingan.
Terutama protes berlebihan terhadap wasit yang memimpin pertandingan.
"Peraturan Linus memang diperketat, karena kita tidak ingin kompetisi ini dibilang abal-abal atau sekadar numpang lewat," ujarnya usai menggelar workshop.
Demi memberikan peraturan secara mendetail, pihak panitia menghadirkan komisi wasit yang diketuai Sukisno untuk memberikan wejangan.
Tak hanya peraturan di lapangan, Zulkarnain menyebut pihaknya juga memberikan 1-17 peraturan manual liga sesuai standar Federation International de Football Association (FIFA) yang diterapkan dalam kompetisi memperebutkan piala walikota Palembang tersebut.
"Handball, pelanggaran langsung tak langsung, pergantian pemain dan peraturan FIFA lainnya kita beritahu kepada para pelatih," beber dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ketua-bidang-pertandingan-linus-palembang-zulkarnain_20160526_140616.jpg)