Produk Halal, Jepang Merambah Tidak Hanya Makanan dan Minuman

Diperkirakan lebih dari 1 juta wisatawan muslim akan berkunjung ke Jepang pada 2020. Jika ditambahkan dengan nilai pasar produk halal sekarang, maka t

brighterlife.co.id
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Diperkirakan lebih dari 1 juta wisatawan muslim akan berkunjung ke Jepang pada 2020. Jika ditambahkan dengan nilai pasar produk halal sekarang, maka total besar pasar produk halal dapat mencapai 200 miliar yen pada 2020.

Berita Lainnya: Wakai Produk Asal Jepang Hadir di Palembang Icon

Atase Perdagangan Tokyo Julia Gustaria menilai momentum ini penting untuk menggenjot ekspor produk halal Indonesia ke Jepang.

Pelaku usaha Indonesia diminta makin aktif menjalin kerja sama dengan pelaku usaha asal Jepang.

Julia juga menyampaikan bahwa saat ini, Jepang tengah berupaya meningkatkan ekspor produk agrikulturalnya menjadi 1 triliun yen pada 2020 mendatang.

Pemerintah Jepang bahkan mendorong produksi makanan halal dengan menyediakan anggaran sebesar 6 miliar yen pada tahun fiskal 2014 sebagai subsidi 50 persen untuk pembelian fasilitas produk halal untuk UKM di Jepang.

Yang menakjubkan, Jepang juga merambah produk halal di luar makanan dan minuman.

“Upaya Jepang menggarap pasar produk halal tidak hanya terbatas pada produk makanan dan minuman, tapi juga mencakup produk kosmetik dan obat-obatan,” tambah Julia, melalui rilis ke Kompas.com.

Sebagai contoh, Sojitsu Cosmetics Co. Ltd telah mengembangkan produk kosmetik halal Naturecia yang menyasar Indonesia.

Sedangkan di bidang jasa, perusahaan logistik Nippon Express di Malaysia telah mendapatkan sertifikasi halal MS2400-1 dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia.

Penulis : Aprillia Ika

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved