Alat Keluarkan Asap, Malah Jadi Best Experiment

Saya hanya mempersiapkan waktu 3 hari untuk menghadapi OSN kemarin. Walaupun sebelumnya juga pernah belajar untuk persiapan

Alat Keluarkan Asap, Malah Jadi Best Experiment
SRIPOKU.COM/YULIANI
Michael Gitonobel menunjukkan medali perak dan piala best experiment yang diraihnya dalam OSN beberapa waktu lalu.

SEMPAT panik saat percobaannya mengeluarkan asap pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) beberapa waktu lalu, ternyata menghantarkan Michael Gitonobel meraih the Best Experiment untuk mata pelajaran IPA.

Siswa kelas IX SMP Kusuma Bangsa Palembang ini juga tak menyangka jika eksperimen rangkaian listrik miliknya yang sempat meledak kecil sanggup menarik perhatian juri.

Sulung dari 3 bersaudara ini juga berhasil meraih medali perak untuk kategori SMP, yang satu-satunya perwakilan dari Sumsel.

Tentu saja prestasi ini merupakan kebanggaan tersendiri baginya untuk pertama kalinya.

"Eksperimen saya waktu itu ialah mengukur gaya gerak listrik. Sebelumnya sudah pernah simulasi, namun alatnya mengeluarkan asap. Saya langsung menghubungi panitia," jelasnya.

Ia mengaku sempat kesulitan dalam merangkai alat tersebut karena peralatan yang disediakan panitia berbeda dengan yang ia pakai latihan.

"Saya hanya mempersiapkan waktu 3 hari untuk menghadapi OSN kemarin. Walaupun sebelumnya juga pernah belajar untuk persiapan. Karena itu, yang benar-benar nggak nyangka bisa dapat medali perak dan best experiment," ujar kelahiran Palembang, 27 November 2002 ini.

Putra dari pasangan Saidin dan Vitawaty ini sempat khawatir menghadapi peserta yang datang dari segala penjuru provinsi.

Apalagi peserta dari Jawa dan DKI Jakarta yang cukup diseganinya.

"Saat diumumkan panitia siapa yang juara, saya sudah pesimis saat lewat di perunggu. Tiba-tiba saja nama saya dipanggil saat mendapat medali perak, saya bersyukur sekali," ungkapnya.

Berkat prestasi inilah, membuat Michael ingin menyumbangkan hadiah yang diperolehnya untuk kegiatan sosial.

Karena ia berhasil mendapat uang pembinaan sebesar Rp 4 Juta karena mendapat perak dan RP 2.5 Juta untuk Best Ekperiment.

"Semua tak lepas dari dukungan keluarga, sekolah dan pihak yang telah mendukung saya," ungkapnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved