Gunakan Senpi Saat Curi Motor di Lahat, Riki Dibekuk di Bengkulu

"Aku di Bengkulu sembunyi di rumah keponakan, Pak. Dan berjualan burung selama pelarian di sana," kata Riki.

Gunakan Senpi Saat Curi Motor di Lahat, Riki Dibekuk di Bengkulu
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Riki (tengah) pelaku curanmor diapit dua anggota Mapolsek Kota Lahat dengan kondisi tangan terborgol, Selasa (24/5/2016). 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Petualangan Riki (20), salah seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang berhasil meloloskan diri bersama dua orang rekan lainnya saat penggerebekan di Desa Pagar Jati Kecamatan Kikim Selatan, Lahat, pada 23 April lalu akhirnya berakhir sudah.

Riki berhasil diringkus oleh petugas kepolisian saat berada di tempat persembunyiannya yang berada di Provinsi Bengkulu, Senin (23/5/2016).

Selain membekuk pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa kunci Y, yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.

Kapolsek Kota Lahat, AKP Lihardi melalui Kanit Reskrim Ipda Hendrinadi, SH menjelaskan, penangkapan Riki merupakan pengembangan dari kasus curanmor yang terjadi pada 22 April lalu.

Saat itu, Riki berhasil meloloskan diri bersama dua orang rekan lainnya saat dilakukan penggerebekan sehari kemudian, Senin (23/5/2015) di Desa Pagar Jati Kecamatan Kikim Selatan.

"Dari situlah kemudian kita lakukan pengembangan. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata Riki lari ke Lubuk Linggau dan terakhir bersembunyi di Bengkulu. Selama di Bengkulu riki menjual burung. Akhirnya, tim kita berangkat ke sana," jelas Hendrinadi didampingi Bripka. Nipriansyah, Selasa (24/5/2016).

Dikatakan Hendrinadi, pada saat penangkapan, tidak ada perlawanan dari Riki.

Usai dibekuk di Bengkulu, tersangka curanmor yang diketahui warga Kota Lubuklinggau ini pun langsung dibawa ke Kabupaten Lahat, untuk selanjutnya digelandang ke Mapolsek Kota guna menjalani proses pemeriksaan.

"Berdasarkan pengakuannya, diketahui Riki juga pernah ditahan di Kota Lubuk Linggau karena terlibat kasus pembobolan Ruko (Rumah Toko, red)," imbuhnya.

Ditambahkannya, atas perbuatannya tersebut, tersangka dapat dikenai pasal 363 ayat 1, 3 dan 4 KUHP dengan ancaman hukuman kurang lebih tujuh tahun kurungan penjara.

"Untuk tersangka lainnya, yakni JN dan DA saat ini masih dalam pengejaran kita," ujarnya.

Sementara itu, Riki saat ditanya mengaku baru kali ini dia melakukan aksi curanmor. Itupun, katanya, lantaran diajak oleh rekan-rekannya, diantaranya JN (35) dan DA (26), yang kini masih dalam proses pengejaran pihak kepolisian.

"Aku di Bengkulu sembunyi di rumah keponakan, Pak. Dan berjualan burung selama pelarian di sana," kata Riki.

Sedangkan senjata api (Senpi) yang sering dibawanya, Riki mengaku bahwa senjata rakitan tersebut dibelinya dari rekannya warga Lubuk Linggau, yakni DV.

"Belum pernah digunoke, Pak. Sudah kubuang senjato tu idak jauh dari tempat penggerebekan," kilahnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved