Breaking News:

Melihat Tradisi Petani di Lahat, Bermunajat Sebelum Panen Padi

Ini merupakan wujud kebersamaan dan berbagi rezeki yang diberikan Tuhan kepada kita yang tentunya ada milik orang lain

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Para petani ngetam padi di Kecamatan Kota Agung, Lahat, Minggu (22/5/2016). 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Sebagian besar petani padi di Bumi Seganti Setungguan saat ini mulai memasuki masa 'ngetam' (panen padi).

Masa ini merupakan masa yang ditunggu tunggu.

Betapa tidak jika masa panen sudah dilalui maka dalam waktu dekat petani akan segera menikmati hasilnya.

Dalam artian akan segera mendapat uang dari hasil menjual padi.

Meski demikian masa panen tak membuat para petani lupa akan karunia yang diberikan Sang Pencipta.

Tak sedikit petani padi memulai masa panen dengan terlebih dahulu menggelar 'ritual' dengan melakukan pembacaan yasin dan doa bersama.

SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Pembacaan Surat Yasin bersama oleh warga di Desa Karang Agung, Kecamatan Kota Agung Lahat, sebelum melakukan panen, Minggu (22/5/2016) sekira pukul 07.00 WIB.

Hal ini seperti terjadi di Desa Karang Agung, Kecamatan Kota Agung Lahat.

Minggu (22/5) sekira pukul 07.00 WIB puluhan warga yang sengaja diundang sudah tampak berkumpul di pondok milik Fihri (48) pemilik areal sawah.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved