Harga Sikat Gigi "Hi-tech" Ini Rp 4 Juta, Apa Hebatnya?

Dengan sikat gigi futuristik ini, penggunanya dapat memantau kondisi rongga mulut mereka langsung melalui video-streaming.

Photo courtesy of Prophix
Pengguna dapat melihat hasil jepretan atau pun rekaman video dari dalam rongga mulut mereka dengan menggunakan smartphone. 

SRIPOKU.COM, SEATTLE -- Sebuah perusahaan yang berkedudukan di Seattle, Amerika Serikat meluncurkan sebuah produk mutakhir berupa sikat gigi "hi-tech".

Dengan sikat gigi futuristik ini, penggunanya dapat memantau kondisi rongga mulut mereka langsung melalui video-streaming.

Prophix, sikat gigi dengan video yang dikreasikan oleh Dr. Craig S. Kohler, menggunakan koneksi wifi dan teknologi bluetooth untuk mengirimkan video dari dalam mulut pengguna ke layar telepon pintar mereka.

Seperti diberitakan laman UPI, Minggu (22/5/2016), sikat gigi ini juga bekerja bersama dengan sebuah aplikasi seluler.

Dengan aplikasi itu, pengguna dapat menyaksikan video dan melacak perkembangan kesehatan mulut mereka.

"Anda dapat melihat rongga mulut anda secara langsung," ungkap Kohler dalam wawancara di Chicago Tribune.

"Selain itu, anda juga bisa mengambil foto dari sudut yang berbeda-beda sesuai seleram untuk memantau perkembangan kondisi mulut," kata dia lagi.

"Selanjutnya, foto-foto itu akan tersimpan di dalam album, sehingga proses perunutan perkembangan kondisi kesehatan oral dapat terpantau sempurna," ujar Kohler.

Selain itu, kamera tersebut pun dapat memantau perubahan warna atau pun kondisi kesehatan gusi yang sedang mendapat perhatian dari pengguna.

Prophix baru dijual dengan sistem pre-order, dengan harga promosi 299 dollar AS atau Rp 4 juta, mulai Kamis lalu.

Setelah itu, produk ini dijual dalam produksi massal seharga 399 dollar AS atau Rp 5,5 juta, pada 2017 mendatang.

Kohler mengaku mengadaptasi ide yang didapat dari pengalamannya memantau rekaman video saat menangani pasien-pasiennya.

Dia berharap, nantinya para penggunanya dapat merasakan pengalaman khusus saat menyikat gigi di rumah mereka, sekaligus belajar mengenai kesehatan mulut.

"Saat orang mengerti, mereka biasanya akan lebih peduli," cetus dia.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved