Dihalangi untuk Rujuk, Malik Bacok Mantan Mertua Perempuan

Malik (22) warga Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim, nekat membacok mantan ibu mertuanya hingga nyaris tewas.

Dihalangi untuk Rujuk, Malik Bacok Mantan Mertua Perempuan - kena-bacok_20160522_193900.jpg
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Ratita Asmara (39) warga Desa Tapus, yang kena bacok mantan menantunya sedang menjalani perawatan, Minggu (22/5).
Dihalangi untuk Rujuk, Malik Bacok Mantan Mertua Perempuan - tersangka-malik_20160522_194006.jpg
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tersangka Malik saat diamankan di Polsek Lembak Muaraenim.

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--- Dilarang rujuk dengan istri, Malik (22) warga Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim, nekat membacok mantan ibu mertuanya Ratita Asmara (39) berkali-kali hingga nyaris tewas, dikebun karet milik korban di Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim.

Tersangka menyerahkan diri ke Polsek Lembak, Minggu (22/5/2016) sekitar pukul 00.15.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, aksi pembacokan yang cukup menggemparkan warga Desa Tapus tersebut,  berawal ketika pelaku Malik beberapa kali berupaya mengajak mantan istrinya Susi Opiasari (25) yang merupakan warga sedesanya untuk rujuk kembali setelah sebelumnya sempat bercerai.

Namun keinginan tersebut diduga kuat ditentang oleh keluarga mantan istrinya terutama korban Ratita Asmara yang merupakan ibu dari mantan istrinya.

Karena kesal merasa dihalang-halangi terus, akhirnya pelaku kehilangan akal dan nekat akan menghabisi nyawa mantan ibu mertuanya tersebut. Setelah tekadnya bulat, akhirnya pada hari Jumat (20/5) sekitar pukul 09.00, pelaku dengan membawa dua buah parang langsung mencari korban yang sedang menyadap di kebun karet milik Yuncik di Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Muaraenim.

Ketika tiba di kebun, pelaku melihat mantan istrinya Susi bersama korban sedang menyadap karet. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menghampiri mantan istrinya dan berkata bahwa dirinya (pelaku) tidak ada urusan dengan mantan istrinya serta menanyakan dimana ibunya (korban).

Melihat ada pelaku yang datang dan menanyakannya, korbanpun mendekat dan menghampirinya, tetapi pelaku yang diduga sudah naik pitam tanpa basa-basi langsung mencabut dua bilah senjata tajam jenis parang ditangan kanan dan kirinya, langsung membacokan parang tersebut ke arah korban secara membabi buta sehingga korban mengalami luka bacok dibagian muka, mulut dan tangan.

Melihat nyawa ibunya terancam, mantan istrinya langsung berteriak minta tolong dan mencoba merebut parang dari tangan pelaku. Dan untung teriakan tersebut didengar oleh Saiful tetangga kebunnya sehingga bergegas memberikan pertolongan dengan merebut parang dari kedua tangan pelaku.

Melihat korban sudah terkapar berlumuran darah, pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit di Prabumulih menjalani perawatan intensif.

Usai kejadian, mantan istrinya langsung membuat laporan ke Polsek Lembak. Usai mendapatkan laporan, petugas langsung melakukan pencarian dan pengejaran serta himbauan kepada pihak keluarga pelaku untuk dapat menyerahkan pelaku ke Polsek Lembak.

Kemudian dengan dibantu oleh kedua orangtua pelaku, akhirnya pelaku diserahkan ke Polsek Lembak, Minggu (22/5) sekitar pukul 01.00.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kasubag Humas Iptu Arsyad Agus, saat ini, pihaknya telah mengamankan tersangka bersama barang bukti dua buah parang dan pakaian korban. Selain itu juga, sudah memeriksa saksi-saksi.

Untuk motif, tersangka kesal dengan korban yang tidak senang dengan rencana pelaku untuk rujuk kembali dengan mantan istrinya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved