Mayat Terbungkus Karung di Sungai

Pelaku Pembantaian di Desa Indrapura Jalur 16 Lebih dari Satu Orang

Ditreskrimum Polda Sumsel dan Polres Banyuasin dibantu Tim Labfor Cabang Palembang, terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

Pelaku Pembantaian di Desa Indrapura Jalur 16 Lebih dari Satu Orang
ISTIMEWA
Mayat terbungkus karung saat dievakuasi di lokasi penemuan aliran sungai Jalur 14 Banyuasin oleh petugas dan warga sekitar. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Guna mengungkap teka-teki misteri pembantaian yang menimpa Tasir beserta keluarganya yang terjadi di Desa Indrapura Jalur 16 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin, pihak kepolisian dari Ditreskrimum Polda Sumsel dan Polres Banyuasin dibantu Tim Labfor Cabang Palembang, terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah kemarin, Senin (16/5), melakukan olah TKP pertama dan berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti termasuk diantaranya memanggil keterangan dari beberapa saksi serta memasang garis polisi di areal rumah korban, hari ini, Selasa (17/5), petugas kembali melakukan olah TKP.

"Olah TKP tidak cukup hanya satu kali melainkan akan terus kita lakukan sampai tuntas hingga benar-benar mendapatkan seluruh alat pendukung yang digunakan pelaku dalam kejadian tersebut," ungkap Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga saat ditemui di Polda Sumsel.

Selain melakukan olah TKP, dikatakan Silitonga, pihaknya juga telah mengambil keterangan dari beberapa saksi yang diduga mengetahui peristiwa pembantaian tragis tersebut.

"Kemarin, kita telah mengambil keterangan dari dua orang saksi dan hari ini, kita kembali melakukannya. Kali ini, setidaknya ada dua orang saksi lagi yang kita ambil. Untuk saksi, tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah, selagi kita masih memerlukannya maka kita akan kembali memanggil," terangnya.

Dari TKP, masih dikatakan Silitonga, pihaknya juga telah mengambil beberapa barang bukti diantaranya berupa darah yang tercecer di rumah korban.

"Dari TKP terutama di bagian kamar rumah korban itu juga banyak terdapat darah. Sehingga kita juga ambil sampel darah tersebut untuk dilakukan pengecekan," jelasnya.

Saat disinggung dengan kembali ditemukannya sesosok mayat pada kemarin sore dan apakah mayat tersebut adalah keluarga terakhir dari Tasir yang belum diketemukan, Silitonga mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut.

"Kita belum bisa memastikannya, sehingga kita bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan. Dan setelah keluar hasilnya nanti, baru kita berani menyimpulkannya," tuturnya.

Sementara itu saat disinggung mengenai pelaku, ada berapa pelaku dan sudah adakah titik terang, Silitonga mengatakan, pihaknya belum terlalu mengkerucutkannya.

"Belum, semua masih penyelidikan dan doakan saja semoga pelakunya cepat terungkap. Dan kalau untuk jumlah pelaku, dilihat dari yang ada itu. pelakunya lebih dari satu orang. Karena rasanya sangat tidak mungkin kalau sendirian," katanya.

Dilaporkan bahwa penemuan terakhir sesosok mayat dari perairan Jalur Banyuasin yang saat ini telah dibawa ke Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang dan tiba pada Senin (16/5) sekitar pukul 22.00, hingga saat ini belum dilakukan outopsi.

"Mayat yang baru datang belum dioutopsi dan rencananya baru besok, Rabu (18/5) akan dioutopsi," ungkap seorang petugas Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel, Selasa (17/5).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved