Komisi II DPRD Sumsel Sebut Ada Mafia Kendalikan Stok dan Harga Daging, Ini Cara Mengatasinya

"Prinsipnya jika terjadi kenaikan sewajarnya, dan stok aman. Jangan ada harga tapi tidak ada rupa,"

Komisi II DPRD Sumsel Sebut Ada Mafia Kendalikan Stok dan Harga Daging, Ini Cara Mengatasinya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Joncik Muhammad 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Jelang bulan puasa ramadhan, Komisi II DPRD Sumsel bakal memantau harga dan stok kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dan kebutuhan lainnya.

Ketua komisi II DPRD Sumsel, H Joncik Muhammad mengatakan, akan mengajak pemerintah dan stakeholder untuk bersama mengantisipasi kenaikan harga dengan mengeluarkan surat edaran dan sidak langsung ke pasar.

"Jika perlu operasi pasar dilakukan dari sekarang untuk menstabilkan harga. Dikhawatirkan akan terjadi lonjakan harga seiring meningkatnya kebutuhan selama bulan suci dan lebaran nanti," ungkap H Joncik Muhammad, Jumat (13/5/2016).

Menurut Ketua Fraksi PAN ini, secepatnya komisi II akan rapat internal dan mengundang Disperindag, Pertanian dan Bulog membahas soal ini.

"Prinsipnya jika terjadi kenaikan sewajarnya, dan stok aman. Jangan ada harga tapi tidak ada rupa," katanya.

Joncik juga menyebut akan memantau harga daging, sebab selama ini ada mafia yang mengendalikan stok dan harga.

"Soal daging ini hanya ada beberapa pemain dan monopoli memainkan harga, mengurangi pasokan harga turun. Makanya kami minta grand design swasembada daging," tegasnya.

Diakuinya, kendala selama ini mereka menguasai pasar.

Sementara pemerintah belum swasembada daging, sehingga mendatangkan dari luar.

Pemain ini sedikit, makanya harus memperbanyak sumber sapi lokal, pemain-pemain lokal.

"Pemerintah harus menyiapkan itu, komisi II membuat kebijakan orientasinya keberpihakan kepada petani," jelasnya. (*)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved