Kementerian Kominfo Tutup Lebih dari 750.000 Situs Porno

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menyampaikan, hingga 30 April 2016, Kementerian Kominfo sudah menutup alias memblokir 754.439

Editor: Bedjo
Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Rudiantara. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menyampaikan, hingga 30 April 2016, Kementerian Kominfo sudah menutup alias memblokir 754.439 situs porno.

Berita Lainnya: Hadiah Rp 300 Juta, Bisa Retas Situs Porno

Mayoritas situs yang diblokir merupakan situs yang berasal dari luar negeri.

Sementara itu, tidak banyak situs porno yang berasal dari dalam negeri.

Hanya, pornografi dari dalam negeri banyak beredar melalui media sosial, seperti Twitter, Facebook, serta video platform, seperti YouTube.

Menurut catatan Kementerian Kominfo, per 30 April 2016, ada 81 pelaporan konten negatif di ketiga media sosial tersebut.

Jumlah situs pornografi yang ditutup Kementerian Kominfo terus berkembang.

Pada Desember 2015, jumlah situs "esek-esek" yang berhasil diblokir sebanyak 753.497 situs.

Meski situs itu terus berkembang, Rudiantara mengatakan, pemerintah tidak bisa terus bermain hanya di hilir, alias menutup situs-situs porno itu.

"Itu kan istilahnya, saya itu menyelesaikan masalah di hilir. Jadi, kita itu nutup mulu. Capek kan," kata Rudiantara saat berbincang dengan wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Jumat (13/5/2016).

"Karena apa? Kita blok 10, muncul 20. Kita blok 50, muncul 100 karena di negara Eropa sana, pornografi itu bisnis, industri tersendiri," kata dia lagi.

Atas dasar itu, dia menambahkan, pemerintah sejak tahun lalu telah merilis "white list" situs-situs yang bermuatan positif.

Hal tersebut utamanya untuk kepentingan pendidikan, baik formal maupun non-formal, seperti pondok pesantren.

"Jadi, balik lagi, nutup situs itu kan di hilir. Itu kan capek. Istilahnya, menyembuhkan orang sakit," kata dia.

"Sekarang kita berpikir bagaimana membuat orang sehat. Caranya dengan menyiapkan 'white list'. Jadi, mulai tahun lalu, Presiden di Istana Bogor merilis (data) 153.000 situs yang direkomendasikan diakses," ujar Rudiantara.

Sebagai informasi, selain situs pornografi, Kementerian Kominfo per 30 April 2016 juga telah menutup 23 situs bermuatan SARA, 553 situs penipuan atau perdagangan ilegal, 5 situs narkoba, 1.509 situs perjudian, serta 85 situs radikalisme.

Penulis : Estu Suryowati

Kompas TV. Yohana Yembise: Pornografi Pemicu Kejahatan Seksual
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved