Empat Ton BBM Ilegal Diamankan Polres Prabumulih Saat Diangkut ke OKU

Petugas akhirnya menggelandang dua sopir yang tidak berkutik dan membawa dua mobil berisi empat ton minyak ilegal tersebut ke Mapolres Prabumulih.

Empat Ton BBM Ilegal Diamankan Polres Prabumulih Saat Diangkut ke OKU
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Petugas Kepolisian Polres Prabumulih menunjukkan dua mobil Luxio pengangkut empat ton BBM ilegal dari PALI tujuan Baturaja Kabupaten OKU, Selasa (10/5/2016). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Sebanyak 4 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal jenis bensin dan minyak tanah yang dibawa dari Kabupaten PALI tujuan Kabupaten OKU, berhasil digagalkan jajaran Intelkam Polres Prabumulih.

Sebanyak 2 ton atau 2.200 liter bensin ilegal yang disimpan di 2 buah tedmon, diangkut menggunakan mobil Daihatsu Luxio hitam BG 1024 P yang dikemudikan oleh Irwanto (38), warga desa Karang Agung Kecamatan Penukal Abab Kabupaten PALI dengan tujuan desa Kuningan Baturaja Kabupaten OKU.

Minyak diduga merupakan milik IS (inisial-red) warga Desa Karang Agung Kabupaten PALI.

Sementara sebanyak 1 ton atau 1.100 liter minyak tanah ilegal dan 1 ton bensin ilegal di dalam tedmon diamankan dari mobil Daihatsu Luxio warna putih BG 1727 DH yang dibawa Kunci (20), warga desa Karang Agung Kecamatan Penukal Abab Kabupaten PALI dan akan dibawa ke Desa Lubuk Batang Kabupaten OKU.

Minyak diduga milik NR (inisial-red) warga Desa Karang Agung, Penukal Abab Kabupaten PALI.

Empat ton minyak ilegal itu diamankan petugas ketika melintas di depan SMPN 6 Kelurahan Muara Sungai Kecamatan Cambai, Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, dua pelaku bersama empat ton minyak ilegal beserta dua mobil diamankan di Mapolres Prabumulih.

Diamankannya empat ton minyak itu bermula ketika petugas Intelkam Polres Prabumulih mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan jika selama ini sering ada kendaraan roda empat pengangkut BBM ilegal melintasi Prabumulih. Mendapat laporan itu petugas Satintelkam Polres dibawah pimpinan Kasat Intel, Iptu Candra B M Yusuf melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui akan ada dua mobil pengangkut BBM Ilegal akan melintas di kawasan jalan Muara Sungai Kecamatan Cambai.

Petugas yang telah lama mengintai akhirnya mendapati dua unit mobil Daihatsu Luxio melintas, melihat itu petugas langsung melakukan penyergapan dengan menghentikan kedua kendaraan yang disopiri Irwanto dan Kunci lalu melakukan pemeriksan. Petugas yang membuka pintu belakang mobil mendapati beberapa tangki tedmont berisi minyak, setelah diperiksa surat ternyata tidak ada alias ilegal.

Petugas akhirnya menggelandang dua sopir yang tidak berkutik dan membawa dua mobil berisi empat ton minyak ilegal tersebut ke Mapolres Prabumulih. Kepada petugas, dua sopir mengaku hanya sebagai supir dan bertugas mengantar pesanan BMM ke kota Baturaja Kabupaten OKU.

"Kami cuma mengantar saja pak. Kami cuma sopir. Kami disuruh pemilik minyak antar ke Baturaja dengan sejumlah imbalan," ungkap dua pelaku di hadapan petugas.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIk MTCP melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriyadi SH SIk MH didampingi Kasat Intel, Iptu Candra B M Yusuf membenarkan penangkapan itu dan pelaku serta barang bukti telah diamankan di Mapolres Prabumulih.

"Sebanyak 4 ton BBM ilegal kita amankan, termasuk dua sopir. Kita terus dalami kasus ini. Dua pelaku akan kita jerat Pasal 55 Sub 53 huruf C UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas (migas) dengan ancaman 6 tahun penjara. (eds/TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved