Risiko yang Harus Dihadapi oleh Investor
Menurut Lukas Setia Atmaja, Pakar Keuangan dari Prasetiya Mulya Business School, diversifikasi portofolio merupakan cara yang cukup efektif untuk meng
SRIPOKU.COM , JAKARTA - Menurut Lukas Setia Atmaja, Pakar Keuangan dari Prasetiya Mulya Business School, diversifikasi portofolio merupakan cara yang cukup efektif untuk mengurangi risiko investasi di pasar modal. Secara umum, ada dua jenis risiko yang dihadapi oleh semua investor.
Berita Lainnya: Risiko Investasi, Dihindari Atau Dihadapi
Pertama, risiko sistematis alias risiko pasar. Risiko ini timbul karena kejadian makro, yakni kejadian yang mau tidak mau menimpa seluruh instrumen investasi atau sektor bisnis tanpa pengecualian.
Contohnya adalah perlambatan ekonomi atau fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Sebagaimana kita lihat tahun lalu, perlambatan ekonomi membuat kinerja emiten juga melemah. Otomatis, kinerja saham juga loyo. Semua saham terkena risiko sistematis ini tanpa kecuali.
Kedua, risiko non sistematis. Ini adalah risiko yang muncul akibat kejadian mikro, yang sifatnya spesifik hanya menimpa saham tertentu atau bisnis tertentu. Misalnya, kenaikan cukai rokok yang hanya mempengaruhi emiten-emiten produsen rokok.
Atau contoh lainnya kasus suap reklamasi yang menyeret presiden direktur Agung Podomoro Land, sehingga akhirnya harga saham emiten ini juga ikut merosot. “Risiko sistematis tidak bisa dikurangi, tapi risiko non sistematis bisa dikurangi dengan prinsip diversifikasi,” cetus Lukas.
Jadi, kalau investor menyebar investasinya ke beberapa instrumen investasi, maka ia bisa mengurangi risiko non sistematis yang bisa terjadi. (Harris Hadinata)
Sumber : KONTAN