Diduga, Beredar Sabu Cair Disemprotkan ke Rokok
Narkoba sejenis sabu-sabu cair ini cukup disemprotkan saja kedalam rokok tertentu.
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Masyarakat Kota Lubuklinggau hendaknya lebih waspada dalam menghadapi bahaya peredaran narkoba. Sebab saat ini, diduga beredar narkoba (sabu-sabu-red) cair, yang disemprotkan kedalam rokok. Celakanya, dari informasi yang diterima Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, disinyalir, pengguna narkoba cair ini, kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Terkait informasi tersebut, kita masih dalam pemantauan dan penyelidikan, belum kita temukan. Informasinya dijual bebas dikalangan tertentu secara sembunyi, dan peredarannya menyebar dari mulut ke mulut," kata Kepala BNN Kota Lubuklinggau, Ibnu Mundzakir saat diwawancarai Sripoku.com, usai mengikuti acara di Gedung Kesenian Pemkot Lubuklinggau, Senin (2/5/2016).
"Malah, dari informasi yang kami terima, justru penggunanya kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswa, itu yang bisa kami data sementara, jadi masih kebanyakan yang semacam campuran itu, ini yang akan kami dalami nanti kalau ada kami sampaikan," timpal Ibnu Mundzakir.
Dikatakan, dari informasi yang diterimanya, narkoba sejenis sabu-sabu cair ini cukup disemprotkan saja kedalam rokok tertentu. Lalu setelah kandungannya meresap bisa langsung dikonsumsi oleh penggunanya.
"Justru ini yang ngetrend, karena informasinya, sabu cair itu harganya lebih murah. Ada juga informasinya, sabu cair yang dimasukkan kedalam lem. Meski belum kita temukan, tapi patut diwaspadai karena peredarannya sangat cepat. Dan lebih miris lagi, pasarannya anak TK dan SD," katanya.
Terkait kondisi di Lubuklinggau sendiri katanya, masih dalam pemantauan dan sejauh ini disinyalir memang ada. Sebab, beberapa waktu yang lalu, pihaknya menerima informasi, terkait dengan adanya jual beli sisha dan juga sejenis rokok yang di dalamnya diberikan semacam zat kimia.
Menurutnya, zat kimia semacam arsenik tersebut disemprotkan kedalam rokok tertentu, untuk selanjutnya dikonsumsi oleh penggunanya.
"Jadi disisipkan, pada rokok tertentu. Semacam rokok disemprotkan zat kimia, semacam arsenik. Zat yang memabukkan, tapi belum termasuk narkotika, makanya kita belum bisa deteksi, karena belum masuk golongan narkoba," katanya.
Tapi menurutnya sangat memungkinkan, karena ini memang terkait dengan pangsa pasar para sindikat. Yang menggunakan berbagai macam cara untuk mengedarkan narkoba. Diantaranya dengan menyemprotkan narkoba sejenis sabu-sabu cair kedalam rokok. Dengan harga yang lebih murah, dan pengedar juga akan lebih mudah untuk mengedarkannya dikalangan tertentu.
"Diduga tidak menutup kemungkinan ada, narkoba dimasukkan kedalam rokok. Selain racikan ganja. Ganja ini bisa juga dimasukkan ke air, dan diperas intisarinya lalu disemprotkan kedalam rokok. Makanya kita dalami informasi ini, kita menyebar, kalau betul indikasinya itu dan kita temukan, maka otomatis kita kenakan pasal tentang narkotika," kata Ibnu Mundzakir.
Ditambahkan, rokok yang digunakan untuk dismprotkan narkoba, menurutnya bisa saja rokok biasa, dan bisa juga rokok dengan lintingan sendiri. Namun, biasanya adalah rokok yang sudah moderen. Kalau untuk ganja, tembakaunya dibuang sedikit, kemudian dimasukkan lagi setelah diisi ganja. Sedangkan untuk dugaan sejenis narkoba cair, itu disemprotkan kedalam tembakau rokok.
"Bisa rokok konvensional, malah justru lebih banyak rokok ciptaan modern ini, kemudian disisipkan, disemprotkan saja. Dibiarkan beberapa menit baru dihisap. Tapi itu tadi, ini belum temuan kita di Lubuklinggau, baru sebatas informasi. Hanya ditempat lain sudah ada, seperti mungkin semua sudah tau, ada tembakau gorilla, itu dua kali hisap sudah melayang, seperti kejatuhan gorilla. Disitulah ada zat arsenik, zat kimia yang lain, yang justru sangat berbahaya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ibnu-mundzakir_20160503_082351.jpg)