BPK Laporkan Temuan Silpa di Pemda ke DPD RI

Jika dari laporan yang telah diterima DPD RI diketahui ada kesulitan di sebuah daerah, maka nantinya akan dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.

BPK Laporkan Temuan Silpa di Pemda ke DPD RI
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sumsel, I Gede Kastawa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel, I Gede Kastawa mengakui melaporkan temuan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang terjadi di pemerintah daerah ke DPD RI.

"Ya, kami memang melaporkan hasil dari temuan pemeriksaan tahunan kami di setiap daerah, karena tugas DPD RI ini juga memantau serta menginformasikan hambatan dalam hal tindaklanjut," ungkapnya usai mengikuti kunjungan DPD RI ke Pemprov Sumsel, Selasa (26/4/2016).

Jika dari laporan yang telah diterima DPD RI ini diketahui ada kesulitan di sebuah daerah, maka nantinya akan dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.

Dari laporan hasil temuan pemeriksaan BPK, dirinya menambahkan, ada yang harus diperbaiki serta dana yang harus dikembalikan (Silpa) dari sebuah daerah. Menurutnya setiap daerah pasti ada Silpa. Namun, saat ditanya daerah mana Silpa yang terbesar dirinya enggan memberitahukannya.

"Saya gak bawa data, saya takut nanti salah daerahnya," terangnya.

Selain melaporkan hasil temuan BPK, lanjut I Gede menambahkan, ada juga laporan kesulitan regulasi serta adanya ketidakharmonisan regulasi,

"Kami harap nantinya DPD RI ini mendorong agar regulasi ini menjadi harmonis," harapnya.

Sementara Ketua Komite IV DPD RI, Al Ghazali Abbas Addan mengatakan Silpa bukan semata dikarenakan daerah tersebut, melainkan lambatnya Petunjuk Teknis (Juknis) yang dikeluarkan pemerintah pusat.

"Jika harus menunggu lama, maka dana yang sudah dicairkan lama-lama menjadi tinggal tidak sempat dikelola baik itu seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan lain sebagainya, sehingga dapat menyebabkan silpa," ungkap Al Ghazali Abbas Addan usai berkunjung ke Pemprov Sumsel, Selasa (26/4/2016).

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved