Pakai Ponsel Saat Cuaca Buruk, Gadis Penggembala Tewas Disambar Petir

Saat Arina menerima panggilan itu, petir pun menyambarnya sehingga ia tewas seketika.

Pakai Ponsel Saat Cuaca Buruk, Gadis Penggembala Tewas Disambar Petir
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, MOSKWA — Gadis malang berusia 11 tahun tewas tersambar petir saat ia menerima panggilan telepon dari ayahnya di tengah cuaca buruk di Chernoyarsk, Rusia selatan.

Polisi Rusia mengatakan, gadis bernama Arina itu sedang membantu kakek dan neneknya untuk menggembalakan domba ketika peristiwa naas itu terjadi.

Arina sedang menggiring domba-dombanya di tengah cuaca buruk. Saat itu pula, telepon seluler (ponsel)-nya berdering, seperti dilaporkan Daily Mail, Kamis (21/4/2016).

Menurut polisi, saat Arina menerima panggilan itu, petir pun menyambarnya sehingga ia tewas seketika. Ada korelasi yang erat antara panggilan telepon dan petir.

Akibat sambaran petir, Arina menderita luka bakar 90 persen. Peristiwa itu terjadi saat ia sedang bekerja membantu kakek dan neneknya untuk menggembalakan domba milik keluarga mereka.

Mengetahui cuaca buruk dengan bunyi guntur bergemuruh dan cahaya kilat petir menyilau, kakek dan neneknya sangat cemas. Mereka risau karena gadis cilik itu tidak kunjung pulang ke rumah.

Kakeknya kemudian keluar rumah mencari cucunya. Ia pun terkejut begitu mengetahui bahwa tubuh Arina tergeletak kaku, sudah tidak bernyawa, dengan sebagian besar tubuh gosong.

Polisi melaporkan, anak gadis itu tampaknya sedang berusaha menjawab panggilan di ponselnya sesaat sebelum tewas. Panggilan itu datang dari ayahnya.

Polisi pun memanggil ayahnya pulang ke rumah.

Kakak Arina, Milana, mengatakan, "Ketika petir terjadi, ayahnya menelepon ke ponsel adiknya. Dia menjawab dan petir pun menyambar telepon itu. Ponsel itu pun meleleh di tangannya."

Polisi mengatakan, kejadian itu sedang diusut.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved