Breaking News

Alhamdulillah, Penderita Demam Berdarah Dengue di Sumsel Turun

Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel 82 persen merupakan daerah endemis DBD dan 18 persen merupakan daerah sporadis DBD.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Dr H Matdani Nurcik Mepid, Kabid PMK Dinkes Provinsi Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan merilis adanya penurunan jumlah penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) hingga Maret 2016.

"Sampai bulan Maret 2016 cukup signifikan terjadi penurunan Januari ada 1.239 kasus, Februari 908 kasus, Maret 357. Pada Januari lalu sempat terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) di Lubuklinggau. Alhamdulillah bisa dikendalikan. Diharapkan sampai akhir 2016 terjadi penurunan kasus tiap bulannya. Pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD diharapkan lebih meningkat," ungkap Dr H Matdani Nurcik Mepid (Kabid PMK Dinkes Provinsi Sumsel) saat memberikan penjelasan pengendalian vektor DBD peningkatan kapasitas pengelola program DBD di tingkat kabupaten/kota dalam pengendalian DBD dan penyakit arbovirus lainnya di Hotel Batiqa Palembang, Jumat (21/4/2016).

Seperti diketahui, kata Matdani, dari 17 kabupaten/kota di Sumsel 82 persen merupakan daerah endemis DBD dan 18 persen merupakan daerah sporadis DBD.

"Penyakit DBD ini merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedea Albopictua. Sepanjang tahun ada. Musim kemarau lebih sedikit daripada saat musim hujan. Antisipasi kita mengingatkan kabupaten kota. Melakukan penyuluhan pencegahan dan bagaimana menanganinya," kata Matdani.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved