Kelebihan Konsumsi Kedelai, Ini Gangguan Penyakitnya

Kedelai mengandung isoflavon yang disebut phytoestrogen cukup tinggi. Dalam jumlah berlebihan, phytoestrogen bisa menghasilkan efek hormon estrogen pa

Kelebihan Konsumsi Kedelai, Ini Gangguan Penyakitnya
http://www.agroportal.hr
Kedelai.

SRIPOKU.COM - Bahan makanan mengandung kedelai merupakan salah satu alternatif protein hewani. Walau memiliki banyak manfaat kesehatan, ternyata konsumsi kedelai harus dibatasi.

Berita Lainnya: Kedelai Bisa Turunkan Tekanan Darah

Kedelai mengandung isoflavon yang disebut phytoestrogen cukup tinggi. Dalam jumlah berlebihan, phytoestrogen bisa menghasilkan efek hormon estrogen pada tubuh pria dan wanita.

Efek phytoestrogen memang berbeda-beda pada setiap orang. Pada sebagian orang, phytoestrogen bisa berikatan dengan reseptor estrogen dalam sel-sel tubuh. Karena bekerja mirip dengan estrogen, zat ini bisa mengambil alih estrogen saat bertemu reseptor yang tepat sehingga memicu sejumlah penyakit.

Berikut adalah beberapa kondisi penyakit yang disebabkan oleh kelebihan kedelai.

- Gangguan tiroid.
Hipotiroid merupakan salah satu risiko terbesar konsumsi kedelai. Mengonsumsi kacang kedelai 30 gram setiap hari selama 30 hari bisa mengganggu tiroid pada pria dan wanita dewasa.

- Alergi.
Kedelai ternyata termasuk dalam salah satu bahan makanan pemicu alergi. Di Amerika Serikat, karena banyaknya kasus alergi kedelai, FDA memerintahkan produsen makanan untuk memberi peringatan "Mengandung Kedelai" dalam kemasan.

- Gangguan reproduksi.
Beberapa penelitian menyimpulkan, isoflavon dalam kedelai bisa mengurangi jumlah sperma dan efek samping seksual lainnya pada tikus di laboratorium. Meski begitu, penelitian terhadap tikus ini dianggap kontroversial karena dosis yang diberikan lebih tinggi dibanding yang biasa dikonsumsi manusia.

- Risiko kanker.
Kanker dan kedelai menjadi isu kesehatan yang hangat dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa penelitian menyimpulkan, konsumsi kedelai bisa menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Sebaliknya, ada juga penelitian yang menyebut konsumsi kedelai memicu kekambuhan kanker.

Kedelai, seperti semua makanan lain, memiliki pro dan kontra. Karena itu kata kuncinya adalah tidak berlebihan. Konsumsi kedelai satu atau dua sajian sehari masih direkomendasikan. Selain itu, lebih baik pilih produk kedelai yang kadar isoflavonnya rendah, misalnya tempe atau tahu. Jangan lupa untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber : Everyday Health

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved