Waspada, Hujan Deras Disertai Angin dan Petir di Sumsel Hingga Akhir Mei

Daerah Barat Daya Sumsel, seperti Muaraenim, Muratara, Musirawas, dan Lahat merupakan daerah dengan intensitas hujan paling tinggi.

Waspada, Hujan Deras Disertai Angin dan Petir di Sumsel Hingga Akhir Mei
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait tewasnya tujuh warga asal Desa Pagar Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muaraenim yang diakibatkan tersambar petir saat hujan deras, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Kelas I Palembang menghimbau kepada warga untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di daerah terbuka ketika hujan mengguyur dengan deras.

Kepala Informasi (Kasi) BMKG Kelas I Kenten Palembang, Indra Purna, mengatakan, Sumsel perlu mewaspadai dengan potensi hujan disertai angin dan petir yang diprediksi terjadi hingga akhir Mei.

Daerah Barat Daya Sumsel, seperti Muaraenim, Muratara, Musirawas, dan Lahat merupakan daerah dengan intensitas paling tinggi. Sehingga dihimbau pada warga terutama di pedesaan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah, pasalnya di wilayah pedesaan tidak dilengkapi alat penangkal petir.

“Potensi awan cumolonimbus di saat pergantian musim saat ini sangat besar terjadi, sehingga masyarakat diminta waspada menghadapi hujan dan angin kencang yang saat ini sering terjadi di sebagian wilayah Sumsel. Selain hujan dan angin kencang, potensi petir atau kilat besar juga harus diwaspadai oleh masyarakat sehinggaBMKG mengimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan di saat hujan datang,” ungkapnya.

Selain itu, adanya hujan dan fenomena lainnya harus waspada, di Palembang sendiri diperkirakan akan terkena luapan air sungai dan banjir yang menggenangi sebagian rumah dan jalan, selain tak terlepas faktor drainase juga. Kemudian warga yang tinggal di daerah aliran sungai harus waspada dan mengurangi aktivitasnya

Tanah longsor juga masih akan terjadi di wilayah barat Sumsel, disebabkan dengan intensitas hujan yang tinggi dan merata di seluruh wilayah Sumsel. Angin kencang juga terjadi saat sore dan malam hari, sehingga masyarakat diminta kewaspadaannya.

“Kepada pihak terkait dan warga di Sumsel juga diharapkan untuk memperhatikan kondisi di sekitar, jika banyak pohon-pohon besar yang sudah tua, sebaiknya di tebang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika hujan dengan intesitas tinggin yang disertai angin dan petir datang. Serta baliho-baliho juga harus diperiksa kondisinya, apakah masih layak dan berpotensi roboh saat angin kencang atau angin puting beliung,” katanya. (edo/TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved