Rumah Sakit Paru akan Direhab Total
Masih memprihatinkannya kondisi Rumah Sakit Khusus Paru-paru, direncanakan bakal dilakukan rehab total pada tahun 2017 mendatang.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Masih memprihatinkannya kondisi Rumah Sakit Khusus Paru-paru, direncanakan bakal dilakukan rehab total pada tahun 2017 mendatang.
"Pada tahun 2017 nanti akan ada rehab total Rumah Sakit Khusus Paru. Tetapi rencana kedepan akan dibangun Rumah Sakit Khusus Paru yang baru,” ungkap anggota Komisi V DPRD Sumsel H Rizal Kenedi SH MM, Jumat (15/4/2016).
Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Sumsel ini mengaku kalau kondisi rumah sakit khusus paru di Palembang sangat menyedihkan.
“Sangat-sangat menyedihkan, sepertinya tidak layak untuk disebut sebuah rumah sakit, artinya untuk rawat inap kelas I saja, seperti kelas IV, AC nggak ada, padahal kelas I, Cuma ada kipas angin dan keramiknya kadang pecah-pecah, ini menjadi perhatian khusus Dinkes untuk menambah anggaran renovasi total,” ujarnya.
Menurut Rizal, ada wacana membangun Rumah Sakit Baru di Jakabaring untuk Rumah Sakit Khusus Paru-paru namun setelah Asian Games 2018 dari APBD Sumsel.
Dicari alternatif lain untuk membangun baru karena lokasi Rumah Sakit khusus Paru sudah tidak memungkinkan lagi.
"Dan perlu menjadi perhatian khusus Dinkes Sumsel bahwa memang tenaga kesehatan yang melayani pasien di Rumah Sakit Khusus paru-paru rentan untuk terkontaminasi penyakit menular, ini perlu menjadi perhatian khusus,” katanya.
Sebab menurutnya, terpenting bagaimana menjadikan Rumah Sakit Khusus Paru ini menjadi aman dan nyaman.
Di samping itu, ia juga meminta Dinkes Provinsi Sumsel untuk memperhatikan membludaknya pasien Sumsel yang menggunakan jasa BPJS dan jamsoskesmas Semesta .
“Karena mereka menuntut hak dan sudah membayar kewajiban dan memanfaatkan untuk berobat artinya masyarakat Sumsel belum sehat, walaupun ada program apapun kalau mereka sehat tidak mungkin berobat ,” katanya.
Ia menilai perlu adanya koordinasi BPJS dan Dinkes Sumsel. Walaupun Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumsel belum ada sehingga Rumah Sakit dr Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang menjadi rumah sakit rujukan.
"Akibatnya pasien antri di RSMH hingga berbulan-bulan terutama untuk operasi itupun kadang belum pasti, ini harus menjadi pola rujukan yang harus diperhatikan,” katanya.
Pihaknya berharap Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumsel selesai di bangun sehingga tidak ada pasien membludak di RSMH Palembang sehingga ada pembagian pasien diantara rumah sakit ini.
Selain itu fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas, klinik) harus diperbaiki dan baru dirujuk di rumah sakit daerah provinsi.
“Kenyataann puskesmas kita di daerah tidak ada yang nyaman,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rizal_20160415_213456.jpg)