Komunitas

Usai UN, Siswa SMA Kusuma Bangsa Bagi-bagi Nasi Tanda Syukur

Pelajar kelas 3 yang baru saja usai melewati momen UN melampiaskanya dengan berbagi rejeki kepada kaum dhuafa.

Usai UN, Siswa SMA Kusuma Bangsa Bagi-bagi Nasi Tanda Syukur
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Suasana pembagian nasi yang dilakukan pelajar kelas 3 SMA Kumbang Palembang di kawasan Jembatan Ampera.

SRIPOKU.COM -- Momen usai melaksanakan Ujian Nasional (UN) benar-benar momen yang disyukuri oleh pelajar yang melakukanya. Meski masih dilanda rasa was-was karena pengumuman hasil UN belum keluar, rasa cemas setidaknya sudah sedikit berkurang karena sudah melewati tahapan UN. Apalagi jika sudah cukup yakin jawaban selama UN merupakan jawaban yang benar.

Tak heran, beberapa pelajar melakukan serangkaian kegiatan untuk melampiaskan rasa senang karena sudah melewati proses UN. Kita tidak heran jika melihat pelajar berkeliaran di mall, bisokop, atau di jalan-jalan setiap kali momen UN selesai. Bahkan, ada yang sudah mencorat-coret seragam sekolah karena saking senangnya momen UN telah usai.

Namun, tidak demikian halnya dengan pelajar SMA Kusuma Bangsa (Kumbang) Palembang. Pelajar kelas 3 yang baru saja usai melewati momen UN melampiaskanya dengan berbagi rejeki kepada kaum dhuafa. Berlokasi di kawasan Jembatan Ampera, puluhan pelajar ini berkeliling membagi-bagikan nasi bungkus kepada kaum dhuafa yang mereka jumpai.

Saat pembagian nasi bungkus dilakukan, pelajar SMA Kumbang yang masih mengenakan seragam sekolah ini langsung didatangi sejumlah masyarakat. Ada penarik becak, parkir, hingga anak-anak langsung menghampiri mereka begitu tahu rombongan ini membagi-bagikan nasi secara gratis. Sempat terjadi desak-desakan karena mereka yang akan menerima sudah tidak sabar untuk menggapai nasi bungkus dari tangan para pelajar.

"Beruntung, sampai habis nasinya, suasana kondusif meski saat itu cuaca panas. Setidaknya, 300 bungkus nasi habis kita bagikan dalam satu jam," kata Zinedine Zidane, Ketua Koordinator.

Zidane mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiatif dari seluruh pelajar kelas 3. Mereka sudah meminta ijin dari pihak sekolah dan disambut positif hingga akhirnya langsung terjun ke jalanan. Sengaja dipilih kawasan Jembatan Ampera karena di lokasi ini memang banyak terdapat kaum dhuafa yang memiliki ragam jenis pekerjaan. Sebab itu, nasi yang dibawa tidak butuh waktu lama untuk habis dibagi-bagikan.

Zidane melanjutkan, besar harapan nasi yang dibagikan bermanfaat bagi mereka yang menerima. Meski yang diberikan bukanlah sesuatu yang berarti, setidaknya sudah bisa membantu para kaum dhuafa tersebut untuk santap siang di saat cuaca sedang terak-teriknya. Zidane dan teman-teman sendiri mengaku sempat merasakan lapar saat melakukan kegiatan ini, namun tetap dilanjutkan hingga nasi habis dibagi-bagikan.

"Kita sih minta doa sama mereka yang nerima supaya kita mendapat nilai memuaskan dan bisa diterima di universitas yang bagus. Kami menilai, kegiatan ini lebih positif ketimbang melakukan hal-hal sepeti jalan-jalan ataupun corat-coret seragam," kata Zidane.

Penulis: Refli Permana
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved