Breaking News:

Gemapala Wigwam Unsri Analisis Mangrove di Taman Sembilang

Pihaknya sengaja melakukan konservasi di TN Sembilang ini karena selain jaraknya dekat.

ISTIMEWA
Pengarahan Petugas Taman Nasional Sembilang, Riza Khadarisman tentang Vegetasi Mangrove di Taman nasional sembilang di hadapan mahasiswa Mapala Wigwam Unsri. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Geliat aktivitas gerakan mahasiswa pecinta alam (Gemapala) Wigwam Fakultas Hukum Unsri terus berjalan. Jika sebelumnya dua mahasiswa berhasil menjalankan misi pendakian di gunung Binaya Maluku, kali ini para pecinta lingkungan ini kembali menjalankan konservasi di salah satu destinasi wisata Sumsel, Taman Nasional (TN) Sembilang di muara sungai perairan Banyuasin.

Kegiatan yang diberi nama Konservasi dan Analisis Vegetasi Mangrove TN Sembilang ini diikuti 5 mahasiswa yang tergabung dalam Gemapala Wigwam Unsri. M Yasin Pratama, selaku Koordinator kegiatan mengatakan, rombingan mereka berangkat ke TN Sembilang pada 6 April lalu.

"Kita didampingi oleh petugas TN Sembilang, Riza Khadarisman. Perjalanan sendiri dimulai dari Sekretariat Wigwam naik mobil ke Jembatan PU menuju Tanjung Siapi-api lalu naik speedboat 40 Pk menuju Taman Sembilang dalam waktu 3 jam lebih," ujarnya saat diwawancarai Sripoku.com, Rabu (13/4/2016).

Ia menceritakan, perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh. Meski sedikit melelahkan, namun ia dan temannya dimanjakan dengan hamparan keanekaragaman mangrove.

"Saat sampai kita sempat istirahat, terus mulai melakukan identifikasi mangrove di garis pantai sekitar kantor TN Sembilang," jelasnya.

Lanjutnya, di hari berikutnya kelima mahasiswa ini kembali melanjutkan identifikasi mangrove menggunakan speedboat ke hulu sungai sembari mengumpulkan buah mangrove (Propagul/bibit mangrove-red) yang sudah masak untuk ditanam di area.

"Kami mendapat pelajaran banyak sekali saat disana. Apalagi bisa main dan mancing Kerapu," ujarnya.

Pihaknya sengaja melakukan konservasi di TN Sembilang ini karena selain jaraknya dekat, juga merupakan area potensial untuk membudidayakan tanaman mangrove.

"Selain mengurangi erosi dan abrasi pantai, mangrove juga berperan penting untuk menyerap karbon dalam hal pencemaran udara. Mangrove juga mampu menahan tiupan angin kencang dan Tsunami. Maka itu manfaat langsungnya bisa dirasakan masyarakat sekitar," terangnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved