Warga Gaza Kembali Nikmati Film Bioskop Setelah 20 Lalu

Husam Salam yang menjadi penyelenggara "bioskop", menyatakan adanya permintaan tinggi terkait pemutaran film.

Warga Gaza Kembali Nikmati Film Bioskop Setelah 20 Lalu
REUTERS VIA BBC INDONESIA
Bioskop di Gaza dengan poster-poster film yang hancur sudah 20 tahun ditinggalkan. 

SRIPOKU.COM, GAZA -- Homam al-Ghussein masih berusia 24 tahun ketika pertama kali menonton film di bioskop. Kini, usia lelaki itu sudah 44 tahun, dan dia mengaku menantikan saat untuk kembali menonton film.

Mengapa begitu lama? Itu karena al-Ghussein tinggal di Gaza, daerah tanpa bioskop sejak 20 tahun terakhir. Hal itu terjadi karena rangkaian kekerasan pecah di sana.

Dengan segala batasan, penduduk Gaza juga tak bisa pergi begitu saja untuk menonton bioskop. Namun banyak hal mulai berubah.

Penayangan film di tempat umum sudah mulai terjadi, berkat sebuah proyek pribadi. "Rasanya luar biasa," kata al-Ghussein yang bekerja sebagai arsitek itu.

Kantong miskin
Gaza, daerah berpenduduk 1,9 juta jiwa, di Palestina, berada di bawah kendali ketat pihak keamanan Israel dan Mesir. Hanya orang dengan izin khusus yang bisa keluar masuk wilayah itu.

Selain itu, tiga perang selama tiga dekade, serta blokade, telah membuat Gaza seperti kantong kemiskinan. Di sana tak ada infrastruktur, dan pilihan untuk kegiatan hiburan pun nyaris tak tersedia.

Kelompok Islam Hamas yang memerintah di Gaza juga memberlakukan ajaran yang konservatif dengan melarang hal-hal yang berbau 'kebudayaan barat'.

Nah, karena tak ada gedung bioskop, maka pemutaran film dilakukan di gedung markas Bulan Sabit Merah.

Husam Salam yang menjadi penyelenggara "bioskop", menyatakan adanya permintaan tinggi terkait pemutaran film.

Tiap ada pertunjukkan, hadir 120-200 penonton. Kebanyakan, mereka datang dari keluarga atau kelompok pertemanan.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved