PREN Kaji Masalah Listrik Nasional

Ratusan mahasiswa Prodi Teknik Listrik dari berbagai Politeknik di Indonesia akan mengkaji masalah listrik nasional.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/RAHMALYAH
Sejumlah peserta yang ikut dalam Line Followe Robotic. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Ratusan mahasiswa Prodi Teknik Listrik dari berbagai Politeknik di Indonesia akan mengkaji masalah listrik nasional. Kajian ini dikemas dalam diskusi teknik dari rangkaian Pekan Raya Elektro Nasional (PREN) 2016 yang dipusatkan di Graha Pendidikan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), 4-8 April 2016.

“Diskusi dari peserta PREN merupakan agenda baru, kita ingin mengkaji masalah yang kini dihadapi dunia teknik listrik,” ujar Ketua Pelaksana PREN 2016 Taruna Rachmad Tri Aji, Rabu (6/4).

Mahasiswa Jurusan Elektro Prodi Listrik Polsri ini juga mengatakan, peserta dalam diskusi teknik tersebut berasal dari 21 perguruan tinggi dan Politeknik Negeri se Indonesia, diantaranya Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Instiut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Negeri Bengkulu, Lampung, Semarang, Universitas Negeri Padang dan lainnya.

“Paling tidak diskusi ini bisa memberikan pengetahuan baru dari mahasiswa lain sehingga bisa mengerti permasalahan yang kini dihadapi Teknik Elektro,” jelasnya.

Selain itu, Panitia PREN juga mengundang Wali Kota Palembang H Harnojoyo untuk mengisi Seminar Nasional dan Etika Engineering. Tujuannya, mahasiswa termotivasi saat mengetahui biografi pemimpin daerah.

“Khusus Etika Engineering, kita mengundang Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia Rudianto Handojo dan lainnya,” katanya.

Masih dikatakan Taruna, even tahunan ini juga menggelar berbagai perlombaan seperti Line Follower Robotic dan PLC Competition. Khusus Line Follower Robotic dijuarai oleh tim dari PNJ, kemudian juara dua dan tiga disabet Polsri. “selain itu ada pula PLC Competition yang juga digelar di PREN 2016 ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Juri Line Follower Robotic, Dr Yusrila Kerlooza mengatakan, penilaian Line Follower Robotic dilihat dari jarak tempuh dan kecepatan saat sampai ke garis finish. Robot peserta juga harus melewati 6 check point dari arena balap.

“Robot harus diprogramkan untuk menentukan kecepatan dan belokan, sebab jalur yang harus dilewati lebih rumit karena banyak belokan tajam,” katanya.

Sedangkan untuk PLC Competition yang digelar pada PREN 2016 diikuti oleh 23 Tim. Para peserta ditugaskan untuk mengubah program yang berjalan di industri yang kemudian diterjemahkan ke diagram PLC.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved