Vonis Hakim Bayangi ER Saat Kerjakan Soal UN di Penjara

Meski dibayang-bayangi vonis hakim, ER, siswa sekolah di Kota Lahat tampak begitu serius mengerjakan soal ujian nasional

Vonis Hakim Bayangi ER Saat Kerjakan Soal UN di Penjara
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
ER, salah seorang siswa SMA yang harus menjalani ujian nasional di penjara Kota Lahat karena terlibat kasus kejahatan. 

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Meski dibayang-bayangi vonis hakim, ER, siswa disalah satu sekolah di Kota Lahat tampak begitu serius mengerjakan soal ujian nasional (UN). Diawasi langsung Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, kepala ER tampak tertunduk melihat soal yang dikerjakan.

ER yang dipenjara akibat terlibat kasus pembunuhan beberapa bulan lalu, tak terlihat kesulitan mengerjakan soal bahasa Indonesia yang menjadi soal UN hari pertama.

"Berupaya untuk tetap konsentrasi meskipun soal yang disajikan banyak yang sulit terlebih sudah beberapa bulan terakhir tidak ikut belajar di kelas. Belum tahu berapa lama dihukum sebab saat ini lagi proses persidangan," ungkap ER, dibincangi saat istirahat usai mengerjakan soal Bahasa Indonesia disalah satu ruangan Lapas Kls II A Lahat, Senin (4/4/2016).

Diceritakan ER, apa yang saat ini menimpanya begitu menyedihkan. Menurutnya disaat teman teman sekelasnya melaksanakan UN di kelas dan bersiap untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ia malah harus melaluinya dipenjara.

"Ya tentu berharap, meskipun saya harus mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan sebelumnya saya bisa lulus UN. Sungguh menyesal namun semua sudah terjadi," ujarnya.

Tidak hanya ER, pengerjaan UN didalam pengawasan pihak lapas juga dilakoni ML yang juga terlibat kasus pembunuhan dan AS atas kasus percobaan pencabulan. Namun keduanya diizinkan untuk mengikuti UN di sekolah masing masing meski dalam pengawasan pihak lapas.

"Untuk tahun ini ada tiga orang penghuni lapas yang berstatus pelajar dan mengikuti UN,"Terang Kalapas Kls II A Lahat, Rosyidin, BC IP SH melalui Kabid Pembinaan Narapidana LP Kls II A Lahat, Firmansyahri, SIP MH.

Dikatakan Firman, pihaknya sendiri mendukung ketiga penguni lapas bahkan pihaknya juga memberikan ruang untuk ketiganya belajar untuk persiapan UN.

"Tentu ketiganya kita harapkan lulus untuk masa dpan mereka setelah nantinya selesai menghadipi proses hukum. Selain kita berikan ruang waktu belajar kita juga memberikan motivasi agar ketiganya tetap semangat menatap masa depan meski saat ini ketiganya dalam masa yang sulit," ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan UN di Lahat diikuti 5.390 pelajar di kabupaten lahat dengan rincian SMA 3747, SMK 1315 dan MAN 328 orang. "Dari jumlah tersebut sejauh ini belum ada laporan yang mengundurkan diri atau tidak ikut. Tapi nantinya akan ada laporan dari masing masing sekolah," terang Kadisdik Lahat, Drs Sutuko, MSi.

Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'I, SE secara langsung memantau pelaksanaan Ujian Nasional 2016 dibeberapa sekolah di Kabupaten Lahat. Aswari ingin memastikan pelaksanaan berjalan kondusif dan diikuti dengan baik bagi para siswa.

"Alhamdulillah hari ini UN di Lahat berjalan dengan baik dan kondusif. Kita berharap kondisi hari ini akan terus berlanjut hingga selesai. Tak hanya itu kita berharap dan berdoa agar anak anak bisa mendapat hasil terbaik," terang Aswari, saat memantau pelaksanaan UN di SMK Negeri 1 Lahat.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved