Banyak Peserta UN di Pagaralam tak Hadir karena Nikah dan Merantau

Dibeberkannya lagi, hari pertama ujian dari 16 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 2.026 siswa.

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Hari pertama Ujian Nasional (UN) di Pagaralam sebanyak 32 peserta tidak hadir. Jumlah tersebut tersebar di tiga subrayon yang ada di Kota Pagaralam. Rinciannya, 24 pelajar di subrayon I, 1 peserta di subrayon II, dan 7 peserta di subrayon III (SMK). Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pagaralam, Kun Widayatsari melalui Kasi Kurikulum, Jemiyo kepada Sripoku.com.

"Peserta yang banyak tidak hadir di SMA NU sebanyak 18 peserta. Dari informasi yang didapat kebanyakan tanpa keterangan. Diduga sebagian peserta sebelumnya sudah berhenti, padahal nama mereka telah masuk dalam daftar peserta ujian (DPU). Keterangan lain, ada peserta sudah menikah," ujar Jemiyo.

Sementara keterangan lain dari sejumlah peserta tidak hadir saat hari pertama pelaksanaan ada yang sakit. Dibeberkannya lagi, hari pertama ujian dari 16 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 2.026 siswa. Adapun datanya, di subrayon I, 3 peserta di SMA Muhammdyah, 18 peserta di SMA NU, 4 peserta di MA YPI.

Sementara di subrayon II, 1 peserta di SMA Negeri. Sedangkan di subrayon III, 3 peserta berasal dari SMK Negeri 1, 1 peserta dari SMK PGRI, 3 peserta dari SMK Yaspa Jaya.

Sejauh ini, mereka yang tak hadir tanpa keterangan jika memang ada laporan sakit maka masih ada kesempatan untuk UN susulan.

"Pelaksanaanya nanti minggu depan yang diigelar di sekolah masing-masing, dan tetap diawasi oleh subrayon yang menentukan," jelasnya.

Menanggapi anak didik mendominasi yang tidak hadir hari pertama UN, Kepala SMA NU Supartini mengaku, pihak sekolah sebelumnya sudah berupaya membujuk yang bersangkutan, bahkan mendatangi pihak keluarganya.

"Kita dari pihak sekolah sudah berupaya agar mereka yang sudah masuk DPU untuk ikut ujian. Setelah kita cek ke rumah dan dihubungi via telpon, mereka banyak sudah merantau dan menikah," katanya.

Sementara itu SG, salahsatu siswa SMA PGRI Kota Pagaralam, terpaksa harus menjalani UN di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Kota Pagaralam, karena masa tahanannya baru berakhir 9 April 2016 mendatang, akibat tersandung kasus 363, Pencurian dengan Pemberatan (Curat).

Penulis: Saftarina
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved