Piala Bhayangkara

Laskar Wong Kito Harus Puas di Peringkat Ketiga

Pihak manajemen memang sudah menyatakan akan ada evaluasi menyeluruh mengenai performa tim SFC usai turnamen Piala Bhayangkara ini.

Laskar Wong Kito Harus Puas di Peringkat Ketiga
TRIBUN SUMSEL/HARYANTO
Pemain Sriwijaya FC melakukan selebrasi gol ke gawang Bali United pada laga di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (3/4/2016). 

SRIPOKU.COM -- Sriwijaya FC sukses menutup perhelatan turnamen Piala Bhayangkara dengan manis. Meski gagal melaju ke babak final, namun kemenangan atas Bali United, Minggu (3/4) sore di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta dalam partai perebutan peringkat ketiga diakui manajemen laskar wong kito sebagai hasil yang patut disyukuri.

“Kemenangan ini sangat membuat kami berbahagia, walau hanya meraih peringkat ketiga. Karena selama 2 bulan terakhir ini kami menjalani jadwal yang sangat padat, mulai dari turnamen Piala Gubernur Kaltim lalu hingga sekarang,” jelas asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan usai pertandingan.

Menurutnya, seluruh pemain dan jajaran tim SFC sebelum pertandingan memang sudah bertekad meraih kemenangan dan tidak terpengaruh pemberitaan terkait gonjang-ganjing masa depan tim pasca turnamen Piala Bhayangkara.

“Kami memang sudah mendengar mengenai rumor yang menyebut bahwa posisi Beny Dollo selaku pelatih SFC akan diganti usai turnamen ini. Namun hingga saat ini kami dan seluruh pemain tidak menghiraukan hal itu. Sosok om Bendol sangat dihormati di tim ini, kemenangan ini pun kami persembahkan untuknya,” tambahnya.

Namun dirinya tidak menampik bahwa pihak manajemen memang sudah menyatakan akan ada evaluasi menyeluruh mengenai performa tim SFC usai turnamen Piala Bhayangkara ini.

“Kami tidak bisa berkomentar banyak, apakah nanti ada pemain yang keluar atau masuk, seluruh jajaran manajemen akan rapat terlebih dulu mengenai hal ini,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Bali United Indra Sjafri mengakui bahwa padatnya jadwal di beberapa turnamen yang diikuti oleh anak asuhnya sangat berdampak pada penampilan di laga perebutan 3-4 ini. “Ada 3 pemain Bali United yang akhirnya tumbang sebelum laga ini, jadwal turnamen sangat padat yang menjadi penyebabnya. Kekalahan ini pun tidak terlalu kami ratapi karena tim ini memang dipersiapkan untuk jangka panjang, bukan untuk meraih hasil instan. Bila dulu di Piala Presiden kami masuk 8 besar, sekarang bisa ke 4 besar dan tahun depan target kami lolos ke final,” tegasnya.

Jalannya pertandingan
Melawan Bali United, pelatih Beny Dollo tidak membuat banyak perubahan di starting eleven dan nyaris sama seperti di babak semifinal melawan Arema Cronus (31/3) lalu. Hanya ada 1 perubahan yakni masuknya Bayu Gatra sejak menit awal menggantikan posisi M Ridwan.

Perubahan ini sendiri membuat permainan SFC lebih berkembang dan sejak menit awal laskar wong kito mampu menguasai pertandingan. Sebuah tendangan bebas dari Yu Hyun Koo di pertengahan babak pertama juga nyaris membawa SFC unggul, namun digagalkan oleh mistar gawang Bali United.

Bayu Gatra yang turun bermain melawan bekas klubnya menunjukkan kelasnya dan sebuah pergerakannya di sisi kiri pertahanan Bali United mampu mengkreasi gol pertama SFC yang dicetak oleh Hilton Moreira dan menutup 45 menit pertama.

Di babak kedua, SFC yang lebih unggul dalam penguasaan bola terus mencatat sejumlah peluang dan Beto nyaris memperlebar keunggulan setelah lepas dari penjagaan pemain. Namun sontekan pemain asal Brasil yang sudah melewati kiper Rully Desrian ini melambung di atas gawang. Beto sendiri akhirnya memastikan keunggulan SFC di menit 78 setelah aksi individu yang diakhiri tendangan kerasnya meluncur deras ke sisi kanan gawang dan skor 2-0 pun menutup laga ini. (nto/TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved