Ribut Soal Golok yang Hilang, Yayan Kena 'Tujah' Sesama Penjaga Malam

Yayan Sopian (56) mengalami satu luka tusuk dibagian pinggul. Korban saat ini harus dirawat di sumah sakit Kota Lubuklinggau.

SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Yati, istri dari Yayan Sopian, seorang penjaga malam Kantor Dishutamben Empatlawang, melapor kepada polisi bahwa sang suami kena tusuk Lukman, sesama penjaga malam. 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG -- Seorang perempuan sambil mengendong bayi yang masih merah berumur sekitar 2 minggu, mendatangi Mapolres Empatlawang, Sabtu (2/4/2016). Ia melaporkan bahwa suaminya telah ditujah oleh temannya yang sama-sama sebagai petugas jaga malam di Kantor Dinas Perkebunan Pertambangan dan Energi (Dishutbuntamben) Empatlawang.

Di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), perempuan yang diketahui bernama Yati (36), warga Sungaipayang Kecamatan Tebingtinggi ini melaporkan bahwa Lukman (40), warga Desa Talangjawa Kecamatan Tebingtinggi telah menusuk suaminya menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian itu, suaminya, Yayan Sopian (56) mengalami satu luka tusuk dibagian pinggul. Korban saat ini harus dirawat di sumah sakit Kota Lubuklinggau setelah sempat dirawat di RSUD Empatlawang.

"Tadi suami saya telah lapor ke sini, dibonceng anak saya Reza," kata Yati sambil mengendong anaknya kepada petugas SPK Polres Empatlawang, Sabtu (2/4/2016) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara petugas SPK mengaku, suaminya sebelumnya telah datang langsung ingin melaporkan kejadian yang dialaminya sambil memegang luka.

"Tadi suaminya datang kesini ingin melapor bahwa ia telah ditujah, melihat kondisinya yang sempoyongan kami langsung melarikannya ke rumah sakit Empatlawang," kata petugas SPK Polres Empatlawang, M Sahputra, Sabtu (2/4/2016).

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, kejadian bermula saat Yayan Sopian berada di kantin sebelah Kantor Dishutbuntamben, Sabtu (2/4/2016) sekitar pukul 08.00 terlibat adu mulut dengan pelaku diduga persoalan golok yang tersimpan di atas lemari dalam Kantor Dishutbuntamben hilang. Golok tersebut diduga milik Lukman yang biasanya digunakan saat berjaga di kantor terletak di kawasan Sungai Payang Jalanlintas Tengah Sumatera, perbatasan Empatlawang dengan Kabupaten Lahat.

"Lukman itu bertanya, agaknya menuduh Yayan yang telah mengambil golok itu. Yayan mengaku tidak tahu, dan sempat ribut-ribut kemudian pelaku menusuk ke korban pakai pisau," kata Sarif (40), warga Sungaipayang Kecamatan Tebingtinggi yang mengaku melihat kejadian.

Sarif mengaku, sebelum terjadi penusukan ia sempat melerai keduanya, namun karena keduanya emosi akhirnya terjadi demikian.

Sementara di RSUD Empatlawang, seorang staf mengakui jika ada salah seorang warga yang kena tusuk, Sabtu (2/4/2016) yang dibawa ke IGD Empatlawang. Saat ini korban sudah dirujuk ke RS di Lubuklinggau.

Penulis: Awijaya
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved