Longsor Tambahan Mengancam Empat Desa Kurang Bahan Pangan
longsor yang terjadi Minggu sore sekitar pukul 15.00, membuat warga empat desa di Kecamatan Muaradua Kisam kian terancam krisis pangan.
Penulis: Setia Budi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Bertambahnya satu titik longsor yang terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 sore, membuat warga empat desa di Kecamatan Muaradua Kisam kian terancam krisis kebutuhan pokok.
Bagaimana tidak, hingga kini, masyarakat empat yakni desa Sugihan, Tanjung Tebat, Bayur Tengah dan desa Lawang Agung masih terisolasi masih terisolasi sejak Jum'at lalu (1/4/2016).
Longsor yang terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 15.00 WIB di desa Sugihan atau berjarak ± 100 meter dari longsor tebing Meranti sebelumnya, mengakibatkan badan jalan sepanjang 30 meter ambles ke dalam jurang sedalam ± 10 meter dan badan jalan terputus total.
Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan, Mahfi Abubakar SE, mengatakan longsor yang terjadi pada minggu sore membuat akses ke empat desa terputus total.
"Roda dua ataupun roda empat tidak bisa melintas. Saat ini kita sudah berkoordinasi dengan dinas PU untuk mencari solusi dalam mengatasi tiga titik longsor menuju empat desa itu," kata Mahfi. Minggu (3/4/2016)
Ia menambahkan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulangi akses tersebut. Karena jika dibiarkan terlalau lama, tentunya akan mempengaruhi perekonomian warga setempat.
"Memang rancana sore tadi alat berat sudah mulai beroperasi kalau tidak cuaca buruk," tambah mahfi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/longsor-tambahan_20160403_235238.jpg)