Mahasiswa Unsri Jajal Gunung Binaya Maluku

Untuk pertama kalinya, dua anggota dari divisi Gunung dan Rimba bakal mendaki salah satu gunung tertinggi di Indonesia, gunung Binaya di Maluku.

Penulis: Yuliani | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/YULIANI
Para mahasiswa Unsri dari Gemapala Wigwam FH, Nanda dan Adit (slayer merah) yang akan siap mendaki gunung Binaya Maluku saat berada di Bandara SMB II, Senin malam (28/3) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Satu lagi prestasi membanggakan dari mahasiswa Sumsel, khususnya dari Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (Gemapala) Wigwam Fakultas Hukum Unsri.

Untuk pertama kalinya, dua anggota dari divisi Gunung dan Rimba bakal mendaki salah satu gunung tertinggi di Indonesia, gunung Binaya di Maluku.

Saat ditemui di bandara SMB II Pembang jelang keberangkatan, Senin (28/3), M Aditya Siregar dan Ananda Rizky yang akan menjalankan ekspedisi tersebut terlihat tampak lebih siap.

"Ekspedisi ini bernama Mutiara Nusa Indonesia. Sengaja kami memilih Gunung Binaya di Maluku karena memang selama ini belum pernah kesana. Bisa dikatakan ini perdana," ujar Adit.

Tak hanya itu, pilihan ke Gunung yang terkenal masih alami ini juga merupakan rangkaian misi mendaki 7 Summits (puncak tertinggi) Indonesia. Dan gunung Binaya merupakan gunung kelima yang akan didaki.

"Setelah ekspedisi ini, akan ada dua puncak tertinggi lagi yang akan kami jajal. Yakni gunung Bukit Raya di Kalimantan dan Cartenz Piramid di Papua," jelasnya.

Hal serupa juga ditambahkan Ananda atau yang biasa disapa Nanda. Persiapan yang mereka lakukan sendiri sudah setengah tahun.

"Kita mencari data informasi tentang gunung Binaya,yang merupakan gunung tertinggi di Kepulauan Maluku ini. Jadi secara fisik dan keperluan lainnya kita sudah siap. Diperkirakan memakan waktu 6 hari untuk mendaki kesana," ungkap bungsu dari 3 bersaudara ini.

Sesampai di Maluku, keduanya akan disambut para anggota Mapala dari Universitas Darussalam. Jadi mulai besok, (31/3) keduanya akan memulai pendakian. "Gunungnya masih alami jadi aksesnya lebih sulit. Kita akan mulai dari 0 m dpl," terangnya.

Sementara itu, ketua 2 Gemapala Wigwam FH Unsri, Raga mengatakan, bisa dikatakan ekspesisi ini mencetak sejarah di Unsri karena baru pertama kalinya. Tentu saja pihak kampus sangat mensupport adanya kegiatan ini.

"Dana yang kita gunakan mandiri dari kegiatan outbond. Sebelum berangkat mereka sudah kita bekali materi. Semoga saja ekspedisi ini berhasil," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved