Anak TK-SD Target Operasi Mafia Narkotika

Anak-anak di Taman Kanan-kanak dan Sekolah Dasar kini menjadi target operasi yang disebut regenerasi pangsa pasar narkoba.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/ZAINI
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Orangtua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi sindikat narkoba internasional yang semakin gencar. Anak-anak di Taman Kanan-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) kini menjadi target operasi yang disebut regenerasi pangsa pasar.

Ini bukan bualan, semua adalah fakta hasil temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) baru-baru ini. Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengingatkan bahaya ini dihadapan 2.500 peserta silaturahmi dan dialog interaktif dengan tema “Perang Melawan Narkoba” di Aula Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Selasa (29/3/2016).

“Dinas Pendidikan dan Balai POM (pengawas obat dan makanan) perlu waspada. Korban sudah banyak,” jelasnya.

BNN juga pernah mendatangi satu SMP di Sumatera Utara yang banyak disebut menjadi target peredaran ganja. Setelah diambil sampel 70 orang secara acak, ternyata lebih dari 50 orang positif pemakai ganja.

Cara penyusupan narkotika ini beragam, mulai dari makanan sampai minuman. Apalagi BNN sampai sekarang belum bisa mengelompokkan 23 narkoba jenis baru yang sudah masuk Indonesia.

“Ada 541 jenis narkotika baru. 41 jenis sudah masuk indonesia. Baru 18 yang bisa dikontruksikan melalui hukum. Sisanya belum bisa dikelompokkan masuk ke mana,” ungkap kandidat kuat Kapolri ini.

Narkotika saat ini sudah menjadi mesin pembunuh luar biasa. Peredarannya yang massif merupakan wujud perang modern negara luar untuk menghancurkan Indonesia.

Sasaran adalah generasi bangsa. Setiap harinya ada 40 sampai 50 orang meninggal. Sekitar 5 juta orang lainnya sudah kritis. Buwas menyebutnya sebagai zombie yang tinggal menunggu giliran mati.

“Kita sudah lalai pada ancaman ini (narkoba). Tujuh orang mati di Jalan Thamrin akibat aksi teroris membuat semua orang tergerak melawan. Tapi ada yang mati 40-50 orang setiap hari, kita masih bisa tidur nyenyak,” ujarnya.

Dari layar besar di atas panggung, Budi Waseso menjelaskan alur distribusi narkoba jaringan internasional semuanya menuju Indonesia. Mulai dari Afrika, Iran, Tiongkok, Eropa, Malaysia dan Singapura.

Peredarannya di Indonesia banyak dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Semua tidak lepas dari keterlibatan dokter, petugas (sipir), dan narapidana.

Untuk memberantas rantai jaringan ini, Budi Waseso dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan pentingnya peran TNI sebagai bagian tugas menumpas musuh negara. Sebab selama ini, BNN dan Polisi selalu terbentur pada masalah pembuktian untuk membongkar sindikat ini.

Selain memutus rantai peredaran, Budi Waseso juga menilai penegakan hukum selama ini belum maksimal. Masih banyak celah dimanfaatkan pelaku untuk menghindar dari hukuman.

Sebagai contoh di Malaysia, pengguna saja dihukum mati. Sedangkan di Indonesia, bandar besar yang sudah tiga kali ditetapkan hukuman mati malah tidak mati-mati.

Sebagai langkah pencegahannya, BNN saat ini sedang membuat materi pelajaran untuk SD, SMP, dan SMA tentang bahaya narkotika. Ia berharap bisa masuk kurikulum sekolah.

Selain itu, BNN juga sedang membuat film animasi pencegahan untuk anak TK dan akan menampilkan tayangan bahaya narkoba sebelum dimulainya film di bioskop.

Tes Narkoba Kepala Daerah
Acara silaturahmi dan dialog bersama Komjen Budi Waseso mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat Sumsel. Aula yang menampung 2.500 orang penuh, ribuan orang lainnya tertahan diluar akibat tidak bisa masuk.

Turuh hadir pada acara ini Pangdam II Sriwijaya Mayjen Purwadi Mukson, Kapolda Sumsel Irjen Joko Prastowo, Sekda Sumsel Mukti Sulaiman, Bupati Lahat Aswari Rifai, Bupati OKI Iskandar, Walikota Palembang Harnojoyo, dan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam.

Budi Waseso yang diangkat sebagai Kepala BNN sejak September 2015 sudah mengantongi nama-nama kepala daerah pemakai narkoba. Ia mengingatkan agar kepala daerah itu berhenti memakai narkoba sebelum ditangkap.

BNN nantinya akan terlibat dalam seleksi kepala daerah dan seleksi jabatan. Pemeriksaan bukan hanya tes urine, tetapi juga darah dan rambut.

Terhadap kasus penangkapan Mantan Bupati Ogan Ilir, AW Noviadi, Budi Waseso menegaskan proses penyidikan terus berlangsung. Sedangkan untuk dugaan penyalaghunaan wewenang tim pemeriksa kesehatan pemilihan kepala daerah sudah diserahkan ke Mabes Polri.

“Sedang didalami. Kalau terbukti akan ada pelanggaran pidana. Karena hasil laboratorium kita, dari tes urin, darah dan rambut positif. Dan dari keterangan saksi sudah lama pemakai, sejak SMA,” ujar Budi. (wan/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved