Pemilik Ponsel dalam Sel Dikarantina

Pasca menerima laporan ada tahanan yang memiliki ponsel, petugas langsung melakukan razia dan langsung menemukan handphone.

Pemilik Ponsel dalam Sel Dikarantina
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Kepala Rutan Pakjo Palembang Yulius Sahruzah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Terkait adanya dua penghuni Rutan Pakjo Palembang yang kedapatan memiliki ponsel dan sempat memposting status medsos (media sosial) melalui ponsel yang dimiliki tahanan, kini sudah diberikan tindakan tegas.

Kepada Sripoku.com Senin (28/3/2016), Kepala Rutan Pakjo Klas IA Palembang Yulius Sahruza mengatakan, memang pihak rutan kecolongan. Bahkan tahanan yang kedapatan memiliki ponsel dalam rutan ini sudah dipisahkan dengan penghuni rutan lainnya.

"Kami akui ini kecolongan, tapi sudah kami tindak. Napinya sudah dipisahkan dengan napi lainnya. Dan handphone yang digunakan keduanya kami hancurkan," ujarnya.

Yulius mengatakan, pasca mendapatkan laporan adanya tahanan yang memiliki ponsel, petugas langsung melakukan razia dan langsung menemukan handphone.

Petugas mendapatkan ponsel di kamar M Ridwan alias Opang, lalu kembali dilakukan pemeriksaan terhadap kamar Romy alias Norbek yang juga ditemukan ponsel. Kedua napi merupakan tamping (Tahanan Pendamping) yang masing masing ditugaskan tempat yang berbeda.

"M Ridwan itu Tamping masjid, sementara Romy tamping registrasi. Memang dengan kondisi over kapasitas ini sering adanya barang terlarang masuk ke dalam rutan seperti hape. Razia sering dan rutin dilakukan seminggu sekali. Memang yang sering kedapatan adalah hape," ujarnya.

Terkait bisa masuknya hape ke dalam rutan, Yulius yang didampingi Kepala Keamanan Rutan Pakjo W Irawan mengakui, banyak modus yang bisa dilakukan, seperti memasukkannya ke dalam gula, bungkusan mie instan, yang hal tersebut terkadang luput dari pemeriksaan.

"Ya mereka penghuni sering mencari celah untuk memasukkan barang terlarang ke dalam rutan. Rutan Klas I Palembang, belum memiliki alat canggih yang bisa mendeteksi adanya handphone yang masuk," ujarnya.

Dibeberkannya, dua penghuni yang kedapatan memiliki ponsel berstatus sudah sebagai narapidana. Pertama yakni M Ridwan merupakan narapidana kasus pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam pasal 363 KUHP.

Sementara Romy terjerat kasus penganiayaan sebagaimana pasal 170 KUHP. Selama di dalam sel karantina, keduanya tidak memiliki hak sebagaimana napi lainnya.

"Keduanya hanya bisa keluar bila ada kunjungan, sementara napi lainnya bisa keluar sel setiap pagi dan siang hari. Untuk status tamping akan segera dicabut.

"Saya pikir tidak berhak lagi, karena tamping itu harus mematuhi peraturan yang berlaku, sementara keduanya sudah melanggar itu," ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved