Sepakbola Sumsel Optimis Tatap PON
Memboyong 22 pemain, pasukan Rudy Wiliam Keltjes ini kembali meraih kemenangan ketika melawan PS Fajar
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim sepakbola PON Sumsel kini menjalani laga uji coba ketiga di Jawa Timur.
Memboyong 22 pemain, pasukan Rudy Wiliam Keltjes ini kembali meraih kemenangan ketika melawan PS Fajar yang merupakan juara antar klub divisi utama di Surabaya.
Menurunkan tim lapis kedua, tim PON hanya mampu unggul lewat gol tunggal dari Untung Wibowo dimenit ke-10, dan membuat pemain alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) ini akhirnya bisa juga menjebol gawang lawan.
Rudy mengakui, jika melawan PS Fajar ia sengaja melakukan rotasi pemain.
Karena selama ini, pemain lapis kedua belum mendapat banyak kesempatan bermain, sehingga dikhawatirkan ketika mereka dibutuhkan kemampuan mereka terlalu jauh dengan tim inti.
"Ia ini sengaja. Tapi, bukan hanya untuk sekedar rotasi. Saya lakukan ini juga agar tim inti bersiap ketika melawan Persela Lamongan," ucap Rudy, Selasa (22/3/2016).
Dikatakan Rudy, dalam pertandingan melawan PS Fajar, skuadnya banyak belajar untuk pertahanan yang solid. Karena, tim juara divisi utama Surabaya itu terus menekan.
Bahkan, satu pemain belakangnya Ades Anindita terpaksa melakukan pelanggaran akibat gempuran PS Fajar, dan dihadiahi penalti. Meskipun, beruntung masih bisa ditepis penjaga gawang kita Jufrianto.
"Saya lihat kemampuan pemain inti dan pemain lapis tidak begitu jauh. Dengan skuad lapis kami bisa bertahan dan unggul. Artinya, secara hitungan untuk melaju ke PON kami siap. Walaupun ada beberapa yang masih harus kami benahi," tutur Rudy.
Memang jika berkaca dari sejarah, baru di PON 2016 ini sepakbola Sumsel lolos mendapatkan tiket.
Sebelumnya, tidak sekalipun tim Sumsel sukses meraih tiket PON.
Hanya di tahun 2004 kala Sumsel menjadi tuan rumah, Sumsel mendapat wilcard dan bisa menurunkan tim sepakbola.
Tapi, meskipun lolos dan berhak berlaga di PON, tim sepakbola punya tanggung jawab yang besar untuk menggondol paling tidak medali perunggu untuk Sumsel.
Jika melihat banyaknya skuad tim dan efisiensi yang dilakukan KONI, tim ini begitu banyak dan jika dibubarkan dapat menampung banyak cabor.
Namun, sebagai olahraga favorit sepakbola tetap diprioritaskan KONI untuk berangkat, walau hasil akhirnya hanya satu medali.
"Dengan skuad ini, kami optimis bisa membawa pulang medali untuk Sumsel. Insya Allah bisa," ujar asisten Manajer Tim PON, Bambang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rudy-william-keltjes-1111_20150624_210915.jpg)