Perkenalkan Muaythai di Alam Bebas

Tempat yang dipilih pun bisa dikatakan cukup tepat, yakni Kambang Iwak, yang sudah menjadi salah satu kawasan yang selalu ramai akan masyarakat.

Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Pecinta muaythai saat mempertontonkan muaythai di Kambang Iwak Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Olahraga beladiri bernama muaythai memang tengah populer di Palembang.

Kalangan yang mayoritas datang dari strata menengah ke atas sudah banyak yang gabung di camp yang membuka kelas muaythai.

Sejumlah camp tersebut pun cukup ramai diikuti masyarakat yang ingin belajar bela diri asli dari negara Thailand ini.

Bermaksud ingin membuat muaythai semakin populer di Palembang, sejumlah pelaku olahraga ini berinisiatif menampilkan muaythai di alam bebas.

Tempat yang dipilih pun bisa dikatakan cukup tepat, yakni Kambang Iwak, yang sudah menjadi salah satu kawasan yang selalu ramai akan masyarakat.

Tepat di seberang Gunz Cafe Palembang, Sabtu (19/3/2016) sore, sekelompok pengunjung Kambang Iwak seakan sudah kompak mengenakan kaos hitam.

Mereka yang jumlahnya lebih dari 10 orang inilah yang sedang mensosialisasikan olahraga muaythai ke khalayak ramai.

Sejak muaythai merambah Palembang, boleh jadi ini merupakan pertunjukan pertama kalinya muaythai dilaksanakan di alam bebas.

"Selama ini kan hanya dilakukan oleh camp-camp yang membuka kelas muaythai sehingga boleh jadi ada masyarakat yang belum mengetahui seperti apa muaythai. Atas alasan itu, kita sepakat menampilkan muaythai di alam bebas," kata satu dari sekian banyak rombongan tersebut, Tachia, Senin (21/3/2016).

Tachia dan rombongan, setelah seluruh rekan yang diundang datang, langsung melakukan pemanasan laykanya yang mereka lakukan di camp.

Mulai dari stretching, joging mengelilingi Kambang Iwak, hingga sparing dilakukan oleh rombongan ini.

Merasa badan sudah berkeringat dan enteng, gerakan demi gerakan muaythai pun mulai dipertontonkan.

Tachia mengatakan, pertemuan pencinta muaythai ini merupakan yang pertama kali ada di Palembang.

Mereka yang datang bukan hanya dari satu camp, melainkan setidaknya ada tiga camp yang bergabung.

Mereka yang datang ada yang sudah berstatuskan trainer, ada pemilik camp, ada juga murid di masing-masing camp.

Seluruhnya berbaur menjadi satu tanpa ada gap dari masing-masing status tersebut.

Dilanjutkan Tachia, muaythai di alam bebas ini juga menandakan adanya komunitas Palembang Muaythai Camp.

Pembentukan komunitas ini sudah direncanakan sejak satu bulan silam dan ada empat camp yang diajak untuk ikut serta.

Ke depan, camp yang diajak direncanakan akan diperbanyak supaya yang gabung di kegiatan ini jumlahnya terus meningkat.

"Kita berencana satu bulan sekali menggelar kegiatan ini. Untuk lokasi tetap, masih kita cari, tergantung dengan rombongan yang ikut setiap bulannya," kata ibu rumah tangga berkulit putih ini.

Seorang rombongan yang lain, Jessica, mengatakan tujuan mensosialisasikan muaythai kepada masyarakat supaya masyarakat bisa mendapatkan dampak positif dari olahraga ini.

Selain untuk bela diri, muaythai menurut Jessica merupakan olahraga yang paling cepat membentuk tubuh menjadi proporsional.

Tak ayal, sangat banyak perempuan gabung di camp muaythai, padahal olahraga ini dulunya identik dengan kaum adam.

"Saya sudah mencoba sendiri dengan membandingkan muaythai dengan olahraga lain, gym salah satunya. Muaythai lebih cepat membakar kalori karena gerakannya beragam dan bisa mengencangkan otot mengingat ada latihan beban atau kardio di olahraga ini," kata cewek yang masih lajang ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved