Joko Siswanto: Sepanjang Parpol Tidak Jalankan Fungsinya, Jalur Independen akan Menarik

Fenomena menjalarnya calon kuat kepala daerah yang menempuh jalur perseorangan atau independen dinilai bakal semakin menarik.

Joko Siswanto: Sepanjang Parpol Tidak Jalankan Fungsinya, Jalur Independen akan Menarik
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pengamat sosial dan politik Unsri, Drs H Joko Siswanto MSi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Fenomena menjalarnya calon kuat kepala daerah yang menempuh jalur perseorangan atau independen dinilai bakal semakin menarik. Hal itu bisa terjadi sepanjang partai politik (Parpol) tidak menjalankan fungsinya.

"Apakah fenomena merembet ke daerah lain? Sepanjang parpol tidak bisa menjalankan fungsinya, ada partai yang hanya mencari mahar, sepanjang seleksi tidak transparan dan tidak kompetitif, maka independen ini akan menarik," ungkap Drs H Joko Siswanto MSi saat menjadi moderator Focus Group Disccusion terbatas antara pakar dan pers bertemakan Independen Mania Vs Phobia Deparpolisasi yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IKA FISIP) Unsri di Ruang Akasia Kopitiam Senopati, Sabtu (19/3/2016) malam.

Namun menurut mantan Komisioner KPU Sumsel ini, sebetulnya tema FGD ini sudah kelewatan. "Karena fobia juga belum. Fenomena di DKI munculnya relawan Ahok karena khawatir bakal tidak diusung parpol karena cacatan sosial, seperti minoritas etnis Cina, beragama Kristen, dan bukan berasal dari Betawi. Sementara parpol nasionalis, religius," ujarnya.

Hadir pada FGD ini Ketua IKA Fisip Unsri Bagindo Togar BB, Dekan Fisip Unsri Prof Kgs M Sobri, Pengamat Politik DR Zulfikri Sulaiman, Pengamat Politik DR Adriyan Saptawan, mantan Ketua DPRD OI Drs H Iklim Cahya, Ketua Bawaslu Sumsel Andika Pranata Jaya SIP, Komisioner KPU Sumsel Divisi hukum pengawasan, sosialisasi dan pendidikan pemilih A Naafi SH MKn.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved