Kuliner

Yuk, Cobain Sop Klaten!

Rupanya, salah satu ciri khas dari Sop Klaten adalah hanya terbuat dari segala jenis tubuh ayam

Yuk, Cobain Sop Klaten!
SRIPOKU.COM/REFLY PERMANA
Tampilan Sop Ceker Klaten yang disajikan Sop Ayam Yu Sam Klaten. 

SRIPOKU.COM -- Sop Klaten menjadi salah satu kuliner yang tengah digandrungi masyarakat Palembang. Meski penampilanya tidak semenarik sop pada umumnya, cita rasa sop ini tidaklah sesederhana penampilanya. Begitu menyentuh lidah, dijamin akan ketagihan karena cita rasanya yang enak.

Salah satu tempat makan yang menyediakan Sop Klaten di Palembang diketahui bernama Sop Ayam Yu Sum Klaten. Tempat makan yang berada di wilayah Kenten Sako Palembang ini memang sederhana, namun cita rasa makananya dijamin tidak kalah dengan tempat makan berkelas ataupun berbintang. Dengan harga yang teramat terjangkau, tak heran masyarakat dari ragam kalangan banyak datang ke sini.

Junaidi, pemilik Sop Ayam Yu Sum Klaten, mengatakan pihaknya hanya menyediakan sop ayam. Rupanya, salah satu ciri khas dari Sop Klaten adalah hanya terbuat dari segala jenis tubuh ayam. Ada sop pechok ceker ayam, sop pechok kepala, sop pechok dada, sop pechok ati ampela dan sop brutu.

"Pechok itu artinya dipotong. Jadi ayamnya bukan diiris kecil tapi dipotong, jadi benar-benar makan sop ayam," jelas Junaidi, Rabu (15/3/2016).

Dari tampilannya mungkin tak secantik sop ayam kebanyakan. Karena tidak ada paduan warna didalam sop ini seperti wortel, kentang atau buncis. Menurutnya sop khas Klaten memang hanya terdiri dari kuah dan ayam. Namun rasa yang dihasilkan justru lebih lezat, jika dibandingkan dengan penambahan sayur.

Terkait penampilan, Junaidi mengatakan, sudah ada beberapa konsumen mempertanyakan mengapa tampilan sop ini amat sederhana. Tidak ada sayur dan hanya kuah dan ayam. Junaidi pun menjawab bahwasanya inilah ciri khas dari sop khas Klaten. Jika diubah, maka sudah menghilangkan ciri khas tersebut.

Meskipun tidak memiliki tampilan menarik, namun dia yakin rasanya membuat orang tertarik. Buktinya saja baru beroperasi tiga bulan, hampir tak pernah sepi pengunjung. Selalu ada orang yang makan, dan mencicipi sop ayam yang memiliki kuah bening kecokelatan ini. Ia menegaskan tidak akan menambah campuran apapun. Karena jika sudah ditambah maka akan berubah jadi sop sayur biasa.

"Gak akan ada inovasi, ya begini saja seterusnya. Harus sama rasanya dengan yang asli, karena kalau sudah ditambah sayur pasti rasanya berubah," jelasnya.

Dari beberapa menu sop yang dihadirkan, menurut Junaidi sop favorit adalah ceker ayam. Apalagi ceker yang disajikan dimasak dengan waktu lama. Otomatis rasa dari ceker sangat empuk. Dengan begitu konsumen tidak kesulitan saat menggigitnya. Seporsi sop ceker ini bisa jadi bersisa ketika disantap bersama nasi. Karena porsi yang ditawarkan warung makan ini terbilang banyak.

Soal harga sepertinya pembeli tidak akan dipusingkan. Karena harga sop nan lezat ini tak akan menguras kantong. Junaidi menyebut harga termurah yakni nasi dan sop biasa hanya Rp 8 ribu. Sementara seporsi sop ceker misalnya, dikenakan harga Rp 12 ribu. Sedangkan satu porsi nasi cukup membayar Rp3 ribu.

"Paling mahal itu sop pechok dada, Rp17 ribu," ujarnya.

Beberapa konsumen yang dijumpai di sana mengatakan sop khas Klaten memang enak rasanya. Letak enak tersebut ada di kuah, dimana rasa kaldunya begitu kuat. Bahkan ada beberapa yang mengatakan kuah sop ini rasanya sama seperti kuah bakso.

"Meski tidak sewah sop pada umunya, rasanya jauh lebih enak. Begitu dicoba, pasti ketagihan," kata Tata.

Penulis: Refli Permana
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved