Saat akan Ujian, Puluhan Pelajar SMP 5 Prabumulih Kesurupan

Sebagian besar pelajar perempuan yang kerasukan tersebut, termasuk juga para pelajar di ruangan Renaldi belajar.

TRIBUN SUMSEL/EDISON
Suasana SMPN 5 Prabumulih saat para siswa setempat yang hendak mengikuti ujian tengah semester kerasukan, Senin (14/3/2016). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 tepatnya di RT 3 Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, mengalami kesurupan, Senin (14/3/2016) sekitar pukul 09.00.

Informasi dihimpun, puluhan pelajar kesurupan ketika usai melakukan upacara dan saat hendak mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) yang digelar pihak sekolah. Kesurupan massal bermula dari seorang pelajar kelas IX yakni Renaldi (16), dimana saat upacara yang bersangkutan mendadak pingsan. Selanjutnya setelah mendapat penanganan, Renaldi dibawa ke ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) untuk diberikan perawatan oleh para guru. Setelah dirasa mulai membaik, oleh guru selanjutnya Renaldi dipersilahkan memasuki ruangan kelas untuk menjalani ujian tengah semester.

Namun, setelah Renaldi menuju kelas, satu demi satu pelajar di ruang kelas yang dilintasinya kerasukan makhluk halus. Sebagian besar pelajar perempuan yang kerasukan tersebut, termasuk juga para pelajar di ruangan Renaldi belajar.

Mendapati teman-teman kerasukan setan dengan mengerang serta meronta, membuat ratusan pelajar dan para guru SMP Negeri 5 tersebut geger bukan kepalang. Para guru dibantu murid-murid lalu memberikan pertolongan dengan membaca ayau-ayat Al Quran. Tidak hanya itu, para guru juga bersama murid-murid membaca Yasin bersama, hingga seluruh pelajar yang kerasukan kembali sembuh.

"Tadi saat akan ujian tiba-tiba banyak teman teriak, selain itu mengerang dengan mata melotot ke atas. Kita takut dan ikut menjerit, seluruh sekolah heboh karena makin banyak yang kena kerasukan," ungkap Ani (17), satu diantara pelajar yang dibincangi.

Sementara Kepala SMP Negeri 5 Prabumulih, Lutfi SAg MM ketika dibincangi menuturkan, kerasukan terhadap para pelajar memang sering terjadi namun baru kali pertama dalam jumlah besar seperti itu.

"Kerasukan terhadap pelajar di sekolah kami memang sering terjadi, namun untuk jumlah yang banyak seperti ini baru kali ini. Kesurupan mencapai 35 siswa lebih, rata-rata perempuan," ungkap Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Prabumulih, Lutfi SAg MM ketika diwawancarai.

Lutfi mengatakan, setelah dilakukan perawatan dan sembuh para pelajar dipulangkan seluruhnya, hal itu dilakukan agar tidak menular ke pelajar lainnya. "Kita koordinasikan ke Dinas Pendidikan lalu kita pulangkan. Kesurupan ini kemungkinan disebabkan kondisi fisik pelajar lemah, selain itu mungkin terbeban akan menghadapi ujian," katanya. (eds/TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved