Komunitas

Si Jenong yang Kembali Jadi Primadona

Mengenai harga ikan louhan, Darul mengatakan, harganya bervariasi tergantung jenis dan bentuk ikan louhan.

Si Jenong yang Kembali Jadi Primadona
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Darul (32), saat menunjukan koleksi ikan louhan yang bermotif dan bersisik mutiara dengan kepala jenong di geral miliknya Dragon Fish and Bird Gallery Jalan Simanjuntak Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang, Minggu (13/3/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kurun waktu beberapa tahun yang lalu, ikan satu ini sempat booming di masyarakat bahkan jadi primadona di kalangan pencinta ikan. Namun ikan yang berciri khas berkepala jenong yang harganya mencapai puluhan juta ini kemudian mati suri.

Pada awal tahun ini ikan louhan mulai kembali menjadi primadona di kalangan pencinta ikan hias. Meskipun harganya tak setinggi pada masa kejayaannya, namun ikan louhan masih banyak peminatnya. Bahkan ikan louhan sudah menjadi salah satu koleksi wajib bagi pecinta ikan hias.

"Memang harganya tidak fantastik seperti dulu, tapi saat ini orang-orang sudah banyak memilihara ikan louhan," ujar Darul (32), ketika ditemui di gerai miliknya saat menunjukan koleksi ikan louhan yang bermotif dan bersisik mutiara dengan kepala jenong di geral miliknya Dragon Fish and Bird Gallery Jalan Simanjuntak Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang, Minggu (13/3/2016).

Mengenai harga ikan louhan, Darul mengatakan, harganya bervariasi tergantung jenis dan bentuk ikan louhan, terutama dilihat dari keindahan ikan louhan itu sendiri. Seperti corak motifnya, sisik mutiara dan yang terpenting bentuk kepala ikan louhan yang jenong.

"Seperti koleksi ikan louhan milik saya ini jenisnya Chen Chu. Dulunya harga ikan louhan ini mencapia Rp 50 jutaan dengan kepala yang jenong. Namun untuk pasaran saat ini mungkin ditaksir cuma Rp5 jutaan," ujarnya.

Darul mengatakan, ikan louhan banyak jenisnya. Bahkan bibitnya sudah banyak dijualan di toko atau gerai-gerai penjual ikan hias.

"Kalau bibit ikan louhan ini ada yang lokal ada yang impor. Namun yang terpenting dilihat dari perawatannya. Jika mendapat bibit yang bagus, maka saat besarnya nanti hasilnya juga bagus. Saat ini ikan louhan mulai menjadi incaran, karena akan ada kontes ikan louhan seperti dulu," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved