Breaking News:

Seorang Polisi Zimbabwe Diadili Gara-gara Sebut Presiden Mugabe Terlalu Tua

Dia harus menjalani sidang selanjutnya pada 15 Maret mendatang dengan dakwaan melakukan penghinaan terhadap presiden.

Editor: Soegeng Haryadi
REUTERS/DAILY MAIL
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. 

SRIPOKU.COM, HARARE -- Seorang polisi Zimbabwe diadili setelah menyebut Presiden Robert Mugabe yang berusia 92 tahun "sudah terlalu tua untuk berkuasa".

Selain itu polisi tersebut juga menyebut istri Mugabe sebagai seorang pelacur. Demikian pernyataan pemerintah Zimbabwe, Rabu (9/3/2016).

Thompson Joseph Mloyi (44), nama polisi itu, tidak mengajukan pembelaan di pengadilan Harare.

Pernyataan itu dibuat Thompson saat tengah terlibat dalam sebuah perkemahan polisi dan tentara. Demikian dikabarkan harian NewsDay.

Dalam sidang yang digelar pada Selasa (8/3/2016), Thompson tidak ditahan setelah membayar uang jaminan sebesar 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,3 juta.

Namun, dia harus menjalani sidang selanjutnya pada 15 Maret mendatang dengan dakwaan melakukan penghinaan terhadap presiden.

"Tanpa provokasi, terdakwa berteriak, menyebut Presiden Robert Mugabe terlalu tua untuk memerintah dan dia menikahi seorang pelacur, Grace Mugabe," demikian harian NewsDay.

Kasus penahanan warga yang dianggap menghina Robert Mugabe adalah hal biasa di Zimbabwe. Para tertuduh penghina presiden itu biasanya dijatuhi hukuman denda.

Pemimpin tertua di dunia, Robert Mugabe baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-92 bulan lalu dengan pagelaran pesta besar-besaran.

Meski telah menunjukkan tanda-tanda penuaan, belum lama ini Mugabe melayani wawancara televisi selama dua jam dan bertekad tetap memimpin partai ZANU-PF.

Istrinya, Grace (50), mulai aktif di dunia politik sejak dia diangkat menjadi pemimpin liga perempuan partai ZANU-PF,

Grace kerap melancarkan kritik terbuka terhadap para pejabat negara yang dianggapnya sebagai rival politik.

Pada Desember tahun lalu, seorang anggota parlemen dari ZANU-PF ditahan dengan tuduhan menghina Grace Mugabe dalam sebuah perselisihan dengan sesama kader partai. (AFP)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved